Xi Jinping Berjanji Reunifikasi dengan Taiwan

0


Taiwan menanggapi pernyataan Xi dengan meminta Beijing berhenti melakukan pemaksaan. Taipei menegaskan hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Cina meningkatkan tekanan militer dan politiknya pada klaim Taiwan yang dikelola dengan demokrasi untuk menerima pulau tersebut bagian dari wilayah mereka. Namun, Taipei membebaskan kebebasan dan demokrasinya.

Di Aula Besar Rakyat China, Xi mengatakan rakyat China memiliki ‘tradisi kemenangan’ dalam menghadapi separatisme. Ia menyebut separatisme Taiwan sebagai halangan utama untuk menyantukannya kembali dengan China.

“Separatisme” kemerdekaan Taiwan halangan utama untuk mencapai reunifikasi dengan ibu pertiwi, dan bahaya tersembunyi paling serius terhadap peremajaan nasional,” kata Xi dalam peringatan revolusi yang menggulingkan dinasti terakhir tahun 1911, Ahad (10/10).

Ia mengatakan ‘reunifikasi damai’ akan memenuhi kepentingan terbaik semua rakyat Taiwan. Tapi China akan melindungi keadulatan dan persatuannya.

“Tidak ada yang meremehkan tekad kuat rakyat China, kehendak teguh dan kemampuan yang kuat untuk membela nasional dan integritasi wilayah, tugas historis untuk menyelesaikan reunifikasi dengan tanah air harus dipenuhi dan jelas akan terpenuhi,” kata Xi.

Pernyataannya kali ini lebih lembut dibandingkan bicaranya bulan Juli lalu. Pidatonya yang pertama dalam membahas Taiwan dalam acara besar. Saat itu ia berjanji ‘menghantam’ semua upaya meresmikan kemerdekaan.

Pada tahun 2019 lalu ia mengancam menggunakan kekuataan untuk memastikan Taiwan dalam kendali Beijing. Pidato itu ditolak dengan tegas oleh Taiwan.

Kantor kepresidenan Taiwan mengatakan pulau itu adalah negara merdeka yang berdaulat, bukan bagian dari Republik Rakyat Cina. Serta sudah dengan tegas menolak tawaran China untuk menggunakan sistem ‘satu negara, dua sistem’.

“Masa depan bangsa ada di tangan rakyat Taiwan,” kata kantor kepresidenan Taiwan.



Leave A Reply

Your email address will not be published.