Wapres minta gubernur kerja keras tangani kemiskinan di NTT

0



Baik itu program pengurangan beban maupun program pemberdayaan

Kupang (ANTARA) –
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin meminta Gubernur NTT Victor B Laiskodat bekerja keras memastikan agar seluruh rumah tangga miskin di daerah tersebut mendapatkan seluruh program pemerintah.

Baik itu program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan,” kata Wapres usai pembatasan bersama Menteri dan Kepala Daerah di NTT di Jalan El Tari Kupang, Minggu.

Selain Gubenur Laiskodat, Wapres juga meminta bupati di lima kabupaten wilayah prioritas 2021 di NTT untuk bekerja keras dalam penanganan ekstrem di wilayah masing-masing.

Wapres juga mendesak gubernur dan para bupati tersebut agar memperkuat pemahaman dan penganggaran program pengurangan ekstrem dalam APBD masing-masing, yang sesuai dengan karakteristik ekstrem di wilayah masing-masing.

Wapres juga mengatakan dalam ratas tersebut muncul banyak ide berkaitan dengan pengurangan kemiskinan sesuai dengan karakteristik di NTT.

Secara khusus Wapres mengatakan bahwa dalam tiga bulan yang tersisa di tahun 2021 akan disiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin di lima kabupaten prioritas di NTT dengan menggunakan data yang sekarang tersedia.

Kelima kabupaten itu adalah Kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Wapres pimpin ratas penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kupang
Baca juga: Wapres tutup kunjungan kerja misi ekstrem 2021 di NTT

“Untuk program khusus 2021 ini, pemerintah akan menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin di lima kabupaten prioritas,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Wapres menegaskan bahwa bukan masalah utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem, karena anggaran kementerian dan lembaga pemerintah daerah sudah mencukupi.

Namun tantangannya menurut Wapres adalah, bagaimana program tersebut konvergen dan terintegrasi dengan sasaran yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Konvergensi merupakan faktor utama dalam penanggulangan misi ekstrem untuk memastikan seluruh program penanggulangan ekstrem mulai dari tahap perencanaan, penetapan alokasi anggaran, penetapan tujuan dan pelaksanaan program yang ditujukan pada lokasi yang sama baik itu secara wilayah maupun target masyarakat yang tepat,” kata Wapres Ma’ ruf Amin.

Baca juga: Gus Menteri: Data level desa kunci menyelesaikan kemiskinan ekstrem
Baca juga: Wapres: 196,120 penduduk miskin ekstrem Papua berakhir pada 2021

Pewarta: Kornelis Kaha
Redaktur: Desi Purnamawati
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.