Vaksinasi melindungi kehidupan dari ancaman COVID-19: Pakar

0


Vaksinasi menyelamatkan kita dan orang lain. Oleh karena itu, mari kita divaksinasi.

Jakarta (ANTARA) – Vaksinasi COVID-19 berperan penting dalam menyelamatkan nyawa dari ancaman penyakit, kata pakar virologi Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika.

“Vaksinasi selamatkan kita dan orang lain. Oleh karena itu, marilah kita divaksinasi. Ini adalah upaya bersama umat manusia. Kemajuan di bidang kedokteran berdampak nyata pada pengurangan jumlah kasus. Jangan ragu untuk divaksinasi,” kata Mahardika saat talk show virtual bertajuk “Waspadai Mutasi Virus dengan Protokol Kesehatan” di sini, Kamis.

Vaksinasi akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Sementara mereka yang divaksinasi masih dapat tertular virus, mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk tidak menderita gejala kritis atau berat dibandingkan dengan populasi yang tidak divaksinasi.

Menurut Mahardika, vaksin COVID-19 dapat mengurangi risiko berkembangnya gejala klinis yang berat, tetapi tidak akan dapat sepenuhnya meniadakan penularan COVID-19.

Berita Terkait: Indonesia mempercepat upaya vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok

Untuk itu, vaksinasi harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, ujarnya.

“Yang belum divaksinasi berisiko tertular penyakit dan menunjukkan gejala besar, dirawat di rumah sakit, dan mungkin meninggal dunia,” jelasnya.

Mahardika juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan varian virus SARS-CoV-2 yang ada.

Yang terpenting dalam memerangi varian tersebut adalah melakukan protokol kesehatan yang ketat dengan menghindari keramaian dan segera melakukan vaksinasi, ujarnya.

Dia mencatat, kebijakan dan strategi pencegahan yang diterapkan pemerintah sangat efektif dalam menangani semua varian, sehingga mengurangi risiko infeksi dianggap paling penting.

Hal ini disebabkan semakin banyak orang yang terinfeksi, semakin mudah muncul varian baru.

Untuk itu, guna mencegah penyebaran infeksi, mengikuti protokol kesehatan, mematuhi pembatasan aktivitas publik, dan vaksinasi dianggap perlu.

Berita Terkait: 118 juta vaksin COVID-19 diberikan: pemerintah Indonesia
Berita Terkait: Indonesia akan menerima 331 juta vaksin pada Agustus-Des: Presiden

Leave A Reply

Your email address will not be published.