Vaksinasi lansia harus diselesaikan sebelum Natal, Tahun Baru

0


Jakarta (ANTARA) – Vaksinasi COVID-19 untuk lansia akan dipercepat jelang Natal dan Tahun Baru, kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Koordinator Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19 setelah hari raya keagamaan dan libur panjang, jelasnya.

“Untuk mengantisipasi Natal dan Tahun Baru (lonjakan COVID-19), angka vaksinasi untuk lansia perlu terus diupayakan, terutama di daerah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers online, Senin.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo Senin ini terkait strategi persiapan menyambut Natal dan Tahun Baru.

Presiden mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada di tengah perlambatan kasus COVID-19. Dalam sepekan terakhir, kasus terkonfirmasi harian nasional turun 98,4 persen, sedangkan kasus terkonfirmasi harian di Jawa-Bali turun 98,9 persen dari posisi puncaknya pada 15 Juli 2021.

Bahkan, hingga 10 Oktober 2021, ada tambahan 39 kematian akibat COVID-19, kata Menkeu.

“Kita harus menjaga kasus serendah mungkin dan kita harus konsisten,” tegas Pandjaitan.

Berdasarkan evaluasi mingguan, persyaratan minimal cakupan vaksinasi lansia untuk menurunkan kadar PPKM dari 3 menjadi 2 dan 2 menjadi 1 meningkatkan angka vaksinasi pada kelompok lansia di Jawa-Bali, ujarnya.

Tingkat vaksinasi satu dosis di kalangan lansia di Jawa dan Bali telah mencapai 40 persen per 10 Oktober, meningkat 8 persen sejak 13 September, atau ketika persyaratan vaksinasi mulai ditetapkan, tambahnya.

Berita Terkait: Gubernur Jawa Timur Dorong Vaksinasi Lansia
Berita Terkait: Pengetahuan yang terbatas tentang penyakit penyerta menghambat vaksinasi di kalangan lansia
Berita Terkait: Indonesia dorong vaksinasi khusus untuk lansia, remaja

Leave A Reply

Your email address will not be published.