Uni Eropa sebut Polandia “bermain api”

0



Kami harus menyatakan dengan jelas bahwa pemerintah Polandia sedang ‘bermain api’.

Warsawa (ANTARA) – Putusan mahkamah Polandia yang supremasi hukum Uni Eropa (EU) dinilai memiliki kemungkinan Uni Eropa dalam krisis eksistensial dan kemungkinan Polandia keluar dari blok 27 negara itu.

penghargaan itu, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan negaranya ingin tetap berada di EU namun setiap negara harus diperlakukan adil dan adil.

Polandia bergabung dengan kelompok ekonomi dan perdagangan yang makmur tersebut sejak tahun 2004.

Pemerintah Polandia di Warsawa telah lama berselisih dengan Eropa di Brussels, Belgia, Komisi mengenai standar demokrasi dan kebebasan peradilannya.

Baca juga: Polandia akan menerima 12 miliar dolar dari Uni Eropa

Namun putusan pada Kamis, yang sebagian menyebut hukum EU tidak sesuai dengan konstitusi, pelanggaran hukum EU dan membuat Warsawa dan Brussels berseteru.

“Kami harus menyatakan dengan jelas bahwa pemerintah Polandia sedang ‘bermain api’,” kata menteri luar negeri Luksemburg Jean Asselborn saat tiba di pertemuan para menteri EU yang digelar di negaranya.

“Keutamaan hukum (Uni) Eropa sangat penting bagi persatuan Eropa dan hidup bersama di Eropa. Jika prinsip ini dilanggar, Eropa seperti yang kita kenal, yang dibentuk dengan perjanjian Roma, akan musnah,”

Menteri Urusan Eropa Prancis Clement Beaune mengatakan putusan Mahkamah Polandia adalah serangan terhadap UE yang dapat diterapkan pada sanksi ekonomi bagi Warsawa.

“Ini hal yang paling serius… Ada risiko nyata jika keluar dari Uni Eropa,” kata Beaune kepada BFM TV.

Dia menambahkan dirinya tidak menginginkan Polandia keluar dari EU.

Pemerintah Polandia yang dikuasai oleh Hukum dan Keadilan (PiS) mengatakan mereka merencanakan “Polexit” dan –tak seperti Inggris sebelum referendum Brexit pada 2016– dukungan dari mayoritas di Polandia tetap tinggi pada keanggotaan di EU.

Baca juga: Menlu Polandia ingatkan efek domino Brexit

Mahkamah Konstitusi menyidangkan kasus-kasus tersebut setelah PM Morawiecki bertanya apakah EU dapat mengatasi upaya Polandia untuk mengubah struktur pengadilannya.

“Kami menginginkan komunitas yang saling menghormati dan bukan pengelompokan mereka yang setara dan lebih setara. Ini komunitas kami, Perserikatan kami,” kata Morawiecki di Facebook, merujuk pada EU.

“Perserikatan semacam itulah yang kami inginkan dan yang akan kami bangun.”

Pejabat Komisi Eropa mengatakan pada Kamis putusan itu memicu perhatian serius tentang keutamaan hukum EU.

Mereka mengatakan putusan itularut akan larut pada denda dan kasus hukum yang ber– dengan Warsawa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Polandia tidak akan jejak jejak Inggris Uni Eropa

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Mulyo Sunyoto
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.