Tidak ada utang tersembunyi kepada China dalam proyek kereta api: resmi

0


(Klaim) Utang Tersembunyi China untuk Proyek Kereta Cepat, Benar-benar Hoax dan Tendensi

Jakarta (ANTARA) – Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara Arya Sinulingga memastikan tidak ada utang tersembunyi terkait China dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang akhir-akhir ini menarik perhatian publik.

Menurutnya, seluruh utang tersebut tercatat dalam Pinjaman Komersial Luar Negeri Bank Indonesia.

“Sama sekali tidak ada utang tersembunyi dari China untuk proyek kereta cepat karena semuanya tercatat di Pinjaman Komersial Luar Negeri Bank Indonesia,” kata Sinulingga dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di sini, Sabtu.

“(Klaim) utang tersembunyi China untuk proyek kereta cepat itu benar-benar hoax dan tendensius,” ujarnya.

Berita Terkait: Indef mendukung kepemimpinan PT KAI dalam proyek kereta api berkecepatan tinggi

Lembaga penelitian AidData pertama kali memusatkan perhatian pada utang tersembunyi China dalam sebuah laporan berjudul Banking on the Belt and Road yang dirilis pada September tahun ini.

AidData mendefinisikan utang tersembunyi sebagai utang kepada China oleh negara-negara berkembang, yang diperoleh tidak melalui pemerintah negara peminjam, tetapi melalui perusahaan negara, bank milik negara, entitas tujuan khusus, usaha patungan, dan lembaga sektor swasta.

Laporan tersebut telah menganalisis data dari 13.427 proyek senilai US$843 miliar di 165 negara. Proyek-proyek tersebut dibiayai oleh lebih dari 300 lembaga pemerintah China, termasuk milik negara.

Berita Terkait: Jokowi kunjungi lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung

Dalam laporannya, AidData menyebutkan, utang tersembunyi China ke Indonesia mencapai US$17,28 miliar atau setara 1,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Menurut laporan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI), yang disusun dan diterbitkan setiap bulan oleh Bank Indonesia dan Menteri Keuangan, Indonesia memiliki utang kepada China sebesar US$21,12 miliar pada akhir Juli 2021.

Utang tersebut terdiri dari utang yang dikelola pemerintah sebesar US$1,66 miliar, dan utang BUMN dan swasta sebesar US$19,46 miliar.

Berita Terkait: Presiden Jokowi dorong BUMN bermitra dengan perusahaan global

Berita Terkait: Indonesia berkomitmen untuk mendukung SDGs: Menteri Sumadi

Leave A Reply

Your email address will not be published.