Thohir memuji laporan Bank Dunia yang menyoroti peran vital BUMN

0


Jakarta (ANTARA) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, Jumat memuji laporan Bank Dunia yang mengakui peran penting BUMN dalam perekonomian negara berkembang.

“Laporan Bank Dunia menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 telah mendorong urgensi reformasi BUMN. Selama dua dekade terakhir, BUMN menjadi salah satu perusahaan multinasional terbesar dan tumbuh paling cepat,” kata Thohir dalam keterangan tertulis.

Bank Dunia menyebut BUMN tampil di garda terdepan sebagai akselerator, membantu perekonomian masyarakat dan negara di masa pandemi, imbuh Menkeu.

Rekor tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN, kata Thohir. Pandemi menjadi momentum bagi BUMN untuk mempercepat transformasinya. Pandemi telah mendorong perubahan model bisnis dan digitalisasi yang lebih cepat, tambahnya.

“BUMN juga harus adaptif dan berubah, baik dari transformasi bisnis dan juga human capital. Kalau tidak berubah pasti (BUMN) akan tertinggal,” kata Menkeu.

Berita Terkait: Mendagri ajak pemuda jadi motor penggerak ekonomi

Berdasarkan data IMF (International Monetary Fund), posisi BUMN menjadi semakin penting dalam peta perusahaan secara global dalam 10 tahun terakhir. BUMN merupakan sepertiga dari kekuatan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, Thohir terus mendorong BUMN untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Menteri BUMN mengatakan, upaya perubahan BUMN telah diwujudkan melalui sejumlah program transformasi bisnis dan human capital.

Transformasi tersebut telah membuahkan hasil positif, dengan peningkatan laba bersih konsolidasi BUMN, katanya.

Berita Terkait: Sumber daya manusia yang kompeten kunci untuk menghindari jebakan pendapatan menengah: menteri

BUMN juga turut berkontribusi di pasar saham Indonesia, dengan total valuasi 10 BUMN mencapai Rp1.907 triliun.

“Alhamdulillah, laba bersih BUMN hanya Rp13 triliun pada 2020. Namun, melalui transformasi yang profesional dan transparan, kini laba bersih BUMN telah mencapai Rp90 triliun pada 2021. Ini tentu pencapaian yang luar biasa dan harus terus ditingkatkan,” kata Thohir.

Kinerja positif BUMN akan berdampak baik bagi negara-negara yang membutuhkan tambahan dana selain pajak, tambah Menkeu.

Thohir mengatakan BUMN secara konsolidasi telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp377 triliun pada 2020, baik dalam bentuk pajak, dividen, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Kontribusi BUMN kepada negara akan digunakan pemerintah untuk percepatan pengentasan kemiskinan serta program-program untuk kepentingan rakyat, tambahnya.

Berita Terkait: 3.291 mahasiswa magang di BUMN

Mencontohkan, Menkeu mengatakan, salah satu program pemerintah yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah stimulasi listrik gratis bagi pelanggan rumah tangga, industri, dan usaha kecil dengan daya 450 VA.

“Sejak awal, kami menekankan perlunya transformasi di BUMN agar BUMN memiliki sistem manajemen yang benar-benar profesional dan transparan,” ujar Menkeu.

Berbicara tentang penanganan pandemi, Menteri BUMN mengatakan juga berterima kasih atas kerja keras pemerintah dan BUMN dalam mengatasi banyak masalah.

Saat ini, apresiasi diberikan oleh Bank Dunia yang melihat besarnya peran BUMN dalam penanganan pandemi, seperti pemberian listrik gratis oleh PLN untuk membantu kesulitan ekonomi masyarakat.

Bank Dunia juga menggarisbawahi peran BUMN, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam memerangi COVID-19 dalam bentuk produksi ventilator, masker, bahkan vaksin.

“Alhamdulillah di awal-awal pandemi banyak yang meragukan Indonesia. Tapi, sekarang kita dinilai salah satu yang terbaik,” kata Menkeu.

Keberhasilan penanganan pandemi ini berkat modal sosial yang kuat di Indonesia, ujarnya. Sejak awal, Menkeu meminta BUMN fokus dan bersinergi membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Berita Terkait: Kunjungan wisatawan mancanegara naik 38,84% di Sulut

Berita Terkait: BUMN Siap Kirim Misi Dagang ke Papua Nugini: Menteri

Leave A Reply

Your email address will not be published.