Tentara harus melindungi orang Papua dari penjahat bersenjata: Abdurrachman

0


Manokwari, Papua Barat (ANTARA) – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurrachman menginstruksikan pasukan yang ditempatkan di daerah konflik untuk memprioritaskan keselamatan orang Papua dari ancaman kelompok kriminal bersenjata.

“Pasukan yang ditempatkan di daerah konflik, seperti Papua, seharusnya tidak bertujuan untuk membunuh anggota kelompok kriminal bersenjata, melainkan mencari cara untuk memberikan keamanan kepada orang Papua yang diintimidasi oleh para penjahat,” kata KSAD di Manokwari pada Kamis.

Instruksi tersebut disampaikan Jenderal Abdurrachman saat mengunjungi pasukan yang ditempatkan di bawah Kodam XVIII Kasuari di Papua Barat.

Kepala Staf Angkatan Darat mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Papua Barat bertujuan untuk melanjutkan tradisi pribadinya setiap kali dia ditugaskan ke unit militer baru untuk bertemu pasukan yang ditempatkan di bawah komandonya.

“Ini adalah sumpah pribadi saya bahwa setiap kali saya ditugaskan ke unit baru, saya akan mengamati area operasi saya, mempelajari masalah yang menghambat pasukan saya, dan tantangan yang mereka hadapi di area yang ditugaskan,” katanya.

Berita Terkait: Pasukan TNI Harus Disayangi Orang Papua: Kepala Staf

Abdurrachman mengingatkan para petinggi dan pasukan Kodam Kasuari untuk selalu hadir dan tidak pernah segan-segan untuk meredakan persoalan yang kerap dihadapi masyarakat Papua.

Dia juga mendorong tentara untuk memiliki pendekatan yang menawan dalam interaksi mereka dengan orang Papua dengan memahami apa yang paling mereka butuhkan dan memikirkan solusi untuk mengatasi masalah mereka.

“Sebagai pimpinan dan pasukan TNI, kita harus memahami situasi di daerah tugas kita. Saya ingatkan kepada pasukan bahwa kehadiran dan kontribusi mereka harus dapat menarik minat masyarakat Papua untuk menumbuhkan kecintaan kepada mereka,” kata KSAD.

Gus Dur juga menyoroti pentingnya hati nurani dan keberanian pribadi dalam menghadapi tantangan dalam menjalankan tugasnya.

“Pemimpin harus memiliki kepekaan dalam setiap situasi untuk mempertimbangkan cara yang paling tepat dalam menyikapi potensi ancaman terhadap persatuan kita,” tegasnya.

Berita Terkait: Kepala Staf Angkatan Darat mengunjungi Manokwari Papua Barat

Leave A Reply

Your email address will not be published.