Tenggelam dalam pesona Pantai Holtekamp, ​​Papua, di malam hari

0


Saya sangat antusias. Saya sengaja datang pukul 15.30 WIB ke Pantai Holtekamp untuk menonton kembang api di Jembatan Merah Youtefa

Berkunjung ke Papua tidak lengkap rasanya tanpa berwisata ke Pantai Holtekamp yang terletak di sebelah tenggara kota Jayapura.

Terletak sekitar 39 kilometer dari pusat ibukota provinsi Papua, pantai ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan, dengan pasir putih yang indah, dan suara ombak yang menenangkan, yang dapat dinikmati sepanjang hari.

Pemandangan indah menjadi lebih menakjubkan dengan Jembatan Merah Youtefa—ciri khas kota ini—berfungsi sebagai latar belakang pantai.

Pantai Holtekamp tidak hanya terlihat mempesona di siang hari, tetapi juga semakin memesona dan eksotis saat matahari mulai terbenam.

Di malam hari, kerlap-kerlip lampu dari Jembatan Merah Youtefa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Sementara itu, cahaya redup dari perahu nelayan serta kerlap-kerlip lampu pemukiman warga di Desa Koya, Desa Arso, dan desa-desa lainnya di Kabupaten Jayapura memeriahkan keindahan pantai.

Selain itu, rindangnya pepohonan dan sejuknya angin laut di pantai membuat pengunjung ingin tinggal lebih lama.

Selain itu, ada sejumlah kafe di pantai, dibangun dengan gaya khas mereka sendiri.

Berbagai makanan laut yang dimasak dengan berbagai cara disajikan di kafe-kafe yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Berita Terkait: Bukit Sigantang Sira, “lokomotif” pariwisata Aceh Selatan

Pengunjung dapat memilih hidangan mulai dari kepiting, cumi, udang, kerang, kakap, kerapu, kelinci, kerapu merah, kuali, dan ikan sarden lemuru di sini.

Sedangkan untuk minuman, air kelapa muda hits semua spot untuk liburan di pantai.

Menjelang senja, anak-anak dan orang dewasa biasanya terlihat bermain pasir atau mandi di perairan dangkal Pantai Holtekamp.

Namun, bagi yang tidak suka berenang bisa menyewa All-Terrain Vehicle (ATV) dari warga sekitar.

Wisatawan dapat menelusuri jalan di sepanjang Pantai Holtekamp dengan sepeda motor roda empat.

Seorang pengunjung, Gustam, mengatakan Antara bahwa dia datang ke Pantai Holtekamp bersama keluarganya untuk berlibur.

Berita Terkait: Kain tradisional dapat membantu kesuksesan menenun ekonomi

Warga Desa Gura Besi, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura ini mengaku sering mengunjungi destinasi yang menjadi salah satu lokasi unggulan di kota tersebut.

“Pantainya sangat indah. Kalau akhir pekan, saya biasanya mengajak keluarga untuk berlibur ke sini,” tambah Gustam, yang sudah 10 tahun tinggal di Papua.

Namun, pada 2 Oktober 2021, mereka datang ke Pantai Holtekamp untuk menikmati kembang api pada pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Pembukaan PON Papua XX yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo menampilkan kembang api di dua lokasi yakni Stadion Lukas Enembe dan Jembatan Merah Youtefa.

Wisatawan yang datang ke pantai pada 2 Oktober lalu itu tak hanya warga lokal. Ada yang datang dari Kota Solo (Provinsi Jawa Tengah), Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur), Kota Cimahi (Provinsi Jawa Barat), Kota Makassar (Provinsi Sulawesi Selatan), Provinsi Sumatera Barat, dan daerah lainnya.

“Pemandangan alamnya luar biasa, apalagi ditambah dengan kemegahan Jembatan Merah Youtefa,” kata seorang turis asal Kota Surabaya, Rangga.

Ia menambahkan, baru pertama kali datang ke pantai atas rekomendasi seorang kenalan yang merupakan warga sekitar.

Berita Terkait: Pesona Goa Rangko yang diterangi matahari

Pesta kembang api

Pembukaan PON Papua XX ditutup dengan pesta kembang api.

Baik warga maupun pengunjung Pantai Holtekamp sangat antusias menyaksikan pesta kembang api di Jembatan Merah Youtefa.

“Saya sangat antusias. Saya sengaja datang pada pukul 15.30 WIB ke Pantai Holtekamp untuk menonton kembang api di Jembatan Merah Youtefa,” kata salah satu pengunjung, Tami. Antara.

Warga Desa Koya Barat, Kecamatan Muara Tami, Kota Jayapura ini mengaku sangat antusias dengan pameran tersebut karena sudah lama menunggu event besar digelar di kawasan tersebut.

Selama hampir dua tahun, tidak ada acara karena pandemi COVID-19, katanya.

Seorang pegawai negeri sipil dan penduduk asli kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, mengaku bosan di tengah pandemi karena kebanyakan harus bekerja dari rumah.

Ia mengaku sengaja memilih Pantai Holtekamp agar bisa menyaksikan pertunjukan kembang api sambil menikmati suasana malam di pantai.

“Saya sengaja memilih tempat ini karena pemandangannya yang menakjubkan. Di Stadion Lukas Enembe, Anda hanya bisa melihat stadion sebagai pemandangannya saja,” dia beralasan.

Festival kembang api pada peresmian PON XX Papua mendapat sambutan antusias dari masyarakat Papua khususnya di Pantai Holtekamp.

Para pengunjung dibuat takjub dengan keindahan kembang api yang mewarnai langit malam kota Jayapura hari itu.

Berita Terkait: Intip surga rengkam Pulau Amat Belanda

Lindungi alam

Pantai Holtekamp terkenal dengan pemandangannya yang mempesona. Namun, sampah yang berserakan di beberapa titik di sepanjang pantai telah mengurangi daya tarik estetikanya.

Botol minum bekas, sampah plastik rumah tangga, ranting kayu, serta styrofoam dapat ditemukan di pantai. Pemandangan itu memang merusak keindahan Pantai Holtekamp, ​​kata pengunjung.

Jika tidak dirawat dengan baik, pantai yang menjadi salah satu kebanggaan Tanah Papua ini lambat laun akan terabaikan, kata mereka.

Masalahnya bisa menjadi lebih buruk karena sampah bisa hanyut oleh ombak dan menjadi ancaman baru bagi laut di sekitar Papua, tambah mereka.

Oleh karena itu, setiap orang harus lebih sadar akan lingkungan, terutama pengunjung Pantai Holtekamp, ​​kata para pejabat.

Padahal, dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018, pemerintah menargetkan Indonesia harus mengurangi 70 persen sampah laut pada 2025, kata Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar.

Pada webinar bertajuk ‘Gerakan Bersama Penanganan Sampah’ pada Mei 2021, ia menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mengurangi sampah laut sebesar 8,10 persen pada 2019 dan 15,30 persen pada 2020.

Sedangkan pada tahun 2021 ditargetkan pengurangan sampah laut sebesar 25,90 persen. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga akhirnya mencapai 70 persen pada tahun 2025.

Berita Terkait: Lebih banyak kasus COVID-19 terdeteksi, tetapi permainan Papua terus berlanjut: menteri

Berita Terkait: Mengikuti pedoman kementerian tentang pencegahan COVID: Layanan Kesehatan

Leave A Reply

Your email address will not be published.