Tambahan kuota yang disarankan untuk BBM bersubsidi: Menteri ESDM

0


Kami akan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang menyalahgunakan BBM bersubsidi.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah mengusulkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk menambah kuota BBM Pertalite dan solar bersubsidi dengan oktan 90 sebagai langkah antisipasi kenaikan harga minyak mentah dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, penambahan kuota BBM bersubsidi dirasa perlu mengingat semakin tingginya disparitas harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

“Situasi politik global menyebabkan harga minyak naik. Rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) Maret 2022 telah mencapai US$98,4 per barel,” katanya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Tasrif mencatat angka tersebut melonjak jauh di atas asumsi APBN ICP yang hanya US$63 per barel.

Selama periode Januari-Maret 2022, pemerintah mencatat realisasi kuota BBM Pertalite dan Solar yang disalurkan masing-masing lebih tinggi 14 persen dan 9,49 persen dibandingkan dengan kuota yang direncanakan semula.

Oleh karena itu, pemerintah akan menambah kuota BBM Pertalite sebesar 5,45 juta kiloliter menjadi 28,5 juta kiloliter, sedangkan kuota solar akan dinaikkan sebesar 2,28 juta kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter.

Permintaan solar meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas pertambangan dan perkebunan.

Berita Terkait: Pertamina pertahankan harga Pertalite untuk stabilitas ekonomi

APBN 2022 telah menetapkan kuota Pertalite mencapai 23,05 juta kiloliter. Hingga 2 April 2022, BBM yang disalurkan sekitar 6,48 juta kiloliter.

Namun, kuota awal solar bersubsidi adalah 15,10 juta kiloliter dari 4,08 juta kiloliter yang dicairkan per 2 April 2022.

Dengan demikian, kuota awal yang tersisa untuk Pertalite dan solar masing-masing mencapai 16,57 juta kiloliter dan 11,02 juta kiloliter.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan, pemerintah akan berupaya menjaga keandalan pasokan dan distribusi BBM selama bulan Ramadhan dan masa libur Idul Fitri.

“Kami akan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang menyalahgunakan BBM bersubsidi. Selain itu, kami berupaya mengoptimalkan digitalisasi SPBU,” imbuhnya.

Berita Terkait: Tidak ada kenaikan harga bahan bakar bersubsidi: pemerintah Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.