Taliban Larang Cukur Janggut | Republika Online

0


Masih belum jelas hukuman apa yang bisa dihadapi para tukang cukur di Afganistan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL — Taliban tukang cukur cukur di provinsi Afghanistan selatan untuk mencukur atau janggut. Pelarangan tersebut diklaim mirip dengan Syariah atau hukum Islam yang kelompok itu yakini.

Perintah di provinsi Helm dan itu dikeluarkan oleh wakil dan departemen kebajikan pemerintah provinsi Taliban kepada tukang cukur di ibu kota provinsi Lashkar Gah pada Senin (27/9). “Jika ada yang melanggar aturan (mereka) akan dihukum dan tidak ada yang punya hak untuk mengeluh,” kata perintah yang dikeluarkan untuk tukang cukur.

Masih belum jelas hukuman apa yang bisa dihadapi para tukang cukur jika mereka tidak mematuhi aturan tidak bercukur atau menggambar janggut. Namun, selama pemerintahan Taliban sebelumnya, mereka menuntut agar pria menumbuhkan janggut. Sejak digulingkan dari kekuasaan setelah invasi pimpinan Amerika Serikat pada 2001, banyak pria memilih untuk tidak berjenggut atau dipangkas rapi.

“Sejak saya mendengar (tentang larangan mencukur jenggot) saya patah hati,” kata warga Lashkar Gah, Bilal Ahmad.

Pemilik pangkas rambut Jalaluddin, yang seperti banyak orang Afghanistan menggunakan satu nama, mengatakan dia berharap Taliban akan mempertimbangkan kembali hanya aturan itu. “Saya meminta saudara-saudara Taliban kami untuk memberikan kebebasan kepada orang-orang untuk hidup yang mereka inginkan, jika mereka ingin menginginkan janggut atau rambut mereka,” katanya.

“Sekarang kami memiliki beberapa klien yang datang kepada kami, mereka takut, mereka tidak ingin rambut atau janggutnya, jadi saya meminta mereka membiarkan orang bebas, jadi kami memiliki bisnis kami dan orang-orang dapat dengan bebas datang kepada kami,” ujar Jalaluddin.

Pemilik pangkas rambut lainnya, Sher Afzal, mengatakan bahwa keputusan tersebut melukai hati yang terdalam. “Jika seseorang datang untuk memotong rambut, mereka akan kembali kepada kami setelah 40 hingga 45 hari, sehingga mempengaruhi bisnis kami seperti bisnis lainnya,” katanya.

Selama pemerintahan Taliban sebelumnya di Afghanistan, kelompok tersebut menerapkan interpretasi Islam yang keras sesuai tafsirannya. Sejak menguasai Kabul pada 15 Agustus dan kembali mengambil alih negara itu, dunia mengamati untuk melihat sikap mereka akan menciptakan kembali pemerintahan ketat pada akhir 1990-an.

Beberapa indikasi muncul pada Sabtu (25/9), ketika anggota Taliban membunuh empat tersangka penculik dan kemudian menggantungkan tubuh penculik tersebut di alun-alun kota barat Herat.



Leave A Reply

Your email address will not be published.