Sulaksana meraih delapan medali emas berlayar berturut-turut di PON

0


Jayapura, Papua (ANTARA) – Pelaut Bali I Gusti Made Oka Sulaksana berhasil meraih delapan medali emas secara berturut-turut di Pesta Olahraga Nasional (PON) setelah mengantongi medali emas nomor layar 9,5 RSX putra pada PON ke-20 yang digelar di Papua.

Sulaksana mencatatkan skor 10.00 setelah memenangi dua dari tiga pertandingan layar yang digelar di Pantai Hamadi, Jayapura, Rabu.

Medali emas PON XX Games yang diraihnya saat ini adalah yang kedelapan, karena ia selalu tampil di podium sejak medali emas berlayar pertamanya pada PON XIII 1993 di Jakarta dan PON Games berikutnya.

Meski meraih delapan medali emas di PON Games, Sulaksana berharap proses pembinaan yang berlangsung terus menghasilkan atlet-atlet berlayar potensial yang bisa mengalahkannya di masa depan.

“Kami juga ingin para atlet kami saling memberikan pembinaan karena saat ini tidak ada yang bisa menggantikan saya di papan atas meskipun usia saya sudah tua,” tegas pelaut itu.

Sulaksana mengatakan, kejuaraan tingkat nasional diperlukan agar atlet-atlet layar dari daerah lain dapat spar dan membandingkan kemampuan mereka, sekaligus mencatat bahwa pembinaan bagi atlet-atlet layar di Bali telah berhasil melahirkan atlet-atlet potensial, seperti Komang Suartana yang berkali-kali mengalahkannya.

Ia juga menegaskan kesiapannya untuk melatih atlet-atlet pelayaran Indonesia untuk membina dan melatih generasi baru atlet-atlet pelayaran.

“Saya menyarankan agar federasi olahraga pelayaran Indonesia membuat program pembinaan bagi atlet veteran untuk melatih atlet berlayar muda, karena lebih baik kami memutuskan untuk tidak bertanding di kompetisi mendatang,” kata Sulaksana.

Seperti yang diraih Sulaksana di nomor 9,5 RSX putra, pelaut Papua Barat I Gede Subagiasa mengamankan medali perak dengan mencetak 22,00 poin, sedangkan pelaut Jawa Timur Susilo meraih medali perunggu setelah mencatatkan 24,00 poin.

Kompetisi berlayar di PON XX National Games telah memasuki hari keempat, dan nomor pertandingan berikutnya – handicap sail marathon dan RS:One class sailing marathon – dijadwalkan pada Kamis (7 Oktober).

Berita Terkait: Menteri Amali minta panitia PON cek penyebaran COVID-19
Berita Terkait: Pemecah rekor PON Murtiningsih maju ke final 100 m putri
Berita Terkait: Pertandingan PON berlanjut meskipun ada sedikit kasus COVID: Menteri Olahraga

Leave A Reply

Your email address will not be published.