Siswa kembali ke sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat

0


Kami berharap dapat memulai (kegiatan belajar tatap muka) sesegera mungkin karena kami ingin para siswa segera mendapatkan ilmu kembali di sekolah

Indonesia telah berhasil mengatasi lonjakan drastis COVID-19 yang dipicu oleh varian Delta dan memuncak pada Juli 2021 setelah memberlakukan pembatasan aktivitas publik yang ketat yang dijuluki sebagai PPKM level 4 selama hampir dua bulan. Gugus tugas nasional untuk COVID-19, pada 19 September 2021, mencatat 1.954 kasus baru yang dikonfirmasi dan 117 kematian selama 24 jam terakhir, sehingga jumlah menjadi 4.213.414 kasus dan jumlah kematian menjadi 141.826.

Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam dibandingkan dengan 56.757 kasus baru yang dikonfirmasi pada 15 Juli 2021, dan kematian harian pada 2.069 pada 29 Juli, karena kasus COVID-19 harian Indonesia mencapai rekor ketika negara itu menghadapi gelombang COVID-19 kedua yang telah membanjiri fasilitas medis nasional.

Menyusul penurunan kasus baru yang signifikan, pemerintah telah memutuskan untuk melonggarkan tindakan semi-lockdown dan menurunkan tingkat PPKM menjadi 2 atau 1 di beberapa daerah.

Faktor lain yang melatarbelakangi keputusan tersebut adalah tingkat vaksinasi di negara tersebut relatif tinggi, bahkan lebih tinggi dari target yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pihak berwenang telah memberikan 90.361.002 tembakan pertama, terhitung 43,3 persen dari target lebih dari 208 juta, dan 50.688.220 tembakan kedua, atau 24,3 persen pada 29 September 2021, sore.

Pemerintah meluncurkan program vaksinasi COVID-19 pada 13 Januari 2021, untuk petugas kesehatan, petugas layanan publik, orang lanjut usia, dan guru. Nantinya, siswa berusia 12 tahun ke atas juga dicakup.

Karena hampir semua guru dan banyak siswa telah divaksinasi, proses pembelajaran tatap muka menjadi mungkin, sehingga beberapa sekolah diizinkan untuk buka di bawah protokol kesehatan yang ketat.

“Kami berharap bisa segera dimulai (kegiatan belajar tatap muka) karena kami ingin para siswa segera mendapatkan ilmunya kembali di sekolah,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini saat meninjau vaksinasi COVID-19 di Istana Negara. SMA Negeri 3 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Namun, Presiden mengimbau siswa dan guru untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.

Berita Terkait: Presiden Jokowi meninjau vaksinasi massal untuk siswa di Banten

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, pada 14 September 2021, mengimbau sekolah-sekolah di daerah yang berstatus PPKM tingkat 1, 2, dan 3 untuk tidak segan-segan mengadakan kegiatan sekolah offline tatap muka.

Sekolah tidak boleh menunda kegiatan pembelajaran offline, menunggu vaksinasi guru dan siswa, karena cakupan nasional untuk guru telah mencapai sekitar 60 persen, tegas Makarim.

Sebanyak 490.217 sekolah di wilayah dengan PPKM level 1 hingga 3 diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, Makarim menekankan bahwa orang tua siswa memiliki keputusan akhir untuk mengizinkan anak-anak mereka menghadiri kegiatan offline di sekolah.

Mendikbud menjelaskan, keputusan bersama empat menteri tentang kegiatan pembelajaran selama pandemi memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan sekolah offline tatap muka.

Keputusan bersama tersebut menetapkan kehadiran maksimum 18 siswa dalam satu kelas dan lima siswa per kelas di tingkat pra-sekolah dan menginstruksikan penegakan protokol kesehatan yang ketat, penutupan kantin sekolah, dan pembatasan kegiatan ekstra kurikuler.

Berita Terkait: 490.217 sekolah di Indonesia melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengimbau semua pihak untuk menerapkan konsep 5 SIAP (5 SIAP) dalam proses pembelajaran tatap muka.

“Peran orang tua, guru, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan demikian anak-anak dapat terus belajar secara optimal tanpa tertular COVID-19,” ujarnya pada 9 September.

Di bawah komponen SIAP Anak, anak-anak harus dibiasakan untuk memahami dan mematuhi protokol kesehatan. Konsep 5 SIAP terdiri dari SIAP Anak, SIAP Keluarga, SIAP Satuan Pendidikan, SIAP Prasarana, dan SIAP Pemerintah Daerah dan Masyarakat, jelasnya.

SIAP Keluarga berarti orang tua/pengasuh harus mempersiapkan kebutuhan anak dan membangun pemahaman mereka, sehingga mereka mematuhi protokol kesehatan.

SIAP Satuan Pendidikan mewajibkan satuan pendidikan untuk siap menerapkan protokol kesehatan. Infrastruktur SIAP mengacu pada memastikan infrastruktur seperti jalur aman untuk sekolah dan transportasi umum memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam protokol kesehatan, menginformasikannya.

Berita Terkait: Sekolah harus menghentikan pembelajaran offline jika kasus COVID terdeteksi: Adisasmito

Terakhir, SIAP Pemerintah Daerah dan Masyarakat dimaksudkan untuk memastikan bahwa semua pemimpin daerah dan masyarakat mendukung pembukaan kembali sekolah dan siap untuk mengawasi kegiatan pembelajaran.

“Kalau poin SIAP 1-5 belum siap, maka PTM harus ditunda,” kata menteri.

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada awal Agustus menunjukkan bahwa sekitar 39 persen dari sekitar 270 ribu unit sekolah nasional telah dibuka kembali dan memulai kegiatan pembelajaran offline, Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar kementerian, mengatakan,

Ia mengimbau agar pengelola sekolah membentuk gugus tugas COVID-19 di sekolahnya masing-masing untuk memantau penegakan protokol kesehatan di sekolah dan menjamin kesehatan siswa dan guru.

“(Gugus Tugas COVID-19 ini penting karena) sekolah yang aman dan tenteram adalah prioritas kami,” katanya.

Lebih lanjut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka jika ditemukan kasus baru COVID-19 di lingkungan sekolah.

Menurut data Kementerian Pendidikan, per 23 September 2021, hanya 2,77 persen dari 47.033 sekolah yang melaporkan kasus COVID-19 selama pembelajaran tatap muka.

“Pastikan mahasiswa dan tenaga pengajar disiplin dalam mengikuti protokol kesehatan,” imbaunya.

Banyak siswa yang mengikuti pembelajaran online jarak jauh selama berbulan-bulan menyambut baik kebijakan pemerintah untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Pembelajaran online menantang bagi kita yang mengambil jurusan fashion. Materi yang diberikan secara online sulit dipahami. Pembelajaran tatap muka membantu kita untuk lebih memahami mata pelajaran tersebut,” Hasna Nabilashe, siswa SMK sekolah, kata.

Berita Terkait: Pandemi COVID-19 gagal menghilangkan rasa rindu sekolah di kalangan siswa

Leave A Reply

Your email address will not be published.