Singapura Bebaskan Negara-negara Besar dari Wajib Karantina

0


Singapura membuka diri bagi semakin banyak negara terkait perjalanan bebas bebas

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA – Singapura membuka diri bagi semakin banyak negara terkait perjalanan bebas saat negara kota berupaya membangun kembali statusnya sebagai pusat penerbangan internasional. Langkah itu juga diambil ketika Singapura bersiap-siap menerapkan kehidupan baru untuk hidup dengan Covid-19.

Mulai 19 Oktober, orang-orang yang sudah divaksin penuh dari delapan negara, termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat, boleh memasuki negara pulau itu tanpa menjalani jika mereka lolos tes Covid-19. Demikian kata pemerintah, Sabtu (9/10). Pengumuman itu langkah besar yang diambil Singapura dalam strategi untuk melanjutkan posisi sebagai internasional.

Singapura merupakan salah satu pusat kegiatan penerbangan dan keuangan dunia. Ribuan perusahaan global menempatkan kantor pusat di negara Asia Tenggara itu.

Program perjalanan yang dijalankan Singapura, terkait dengan orang yang sudah divaksin penuh, sudah dimulai pada September terhadap Jerman dan Brunei. Korea Selatan akan mendapat perlakuan serupa pada November.

Singapura, negara berpenduduk 5,45 juta jiwa, telah melaporkan infeksi tertinggi Covid-19 sebanyak lebih dari 3.000 kasus dalam beberapa hari belakangan ini. Hampir semua orang yang terinfeksi Covid-19 tersebut tidak menunjukkan gejala atau mengalami gejala ringan. Sekitar 83 persen dari penduduk negara itu sudah divaksin penuh. Persentase tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan Singapura akan menjalani menjalani kehidupan baru dan dapat melonggarkan baru jika perkembangan kasus Covid stabil, bahkan jika jumlahnya berkisar pada ratusan. “Kita akan butuh waktu setidaknya tiga bulan dan mungkin enam bulan, untuk mencapai sana,” kata Lee ketika berbicara kepada rakyat Singapura.

“Kita mungkin harus menyalakan kembali rem jika kasus naik lagi terlalu cepat agar bisa melindungi sistem dan pekerja layanan kesehatan,” tambahnya.

Pemerintah telah mengumumkan langkah-langkah untuk membantu warga menyesuaikan diri dengan strategi hidup dengan virus corona. Salah satu langkah yang dijalankan adalah sebagian besar pasien Covid-19 untuk kepemilikan diri di rumah. Pemerintah juga mempermudah pengujian serta perawatan bagi orang-orang yang terinfeksi Covid-19.

Kalangan pakar sebelumnya mengatakan bahwa pengujian secara luas kemungkinan tidak diperlukan karena sebagian besar sudah ada divaksin. Pemerintah memperketat aturan bagi orang-orang yang belum divaksin dengan melarang mereka memasuki mal maupun pusat-pusat jajanan yang bertebaran di negara itu.

sumber : Reuters



Leave A Reply

Your email address will not be published.