Sepak takraw: Tim Jawa Barat mengandalkan chemistry anak kembar

0


Mereka tidak terpisahkan.

Jakarta (ANTARA) – Koordinasi yang solid atau lebih tepatnya chemistry yang kuat antara atlet kembar sepak takraw Lena dan Leni akan menjadi poin kuat bagi kontingen Jabar di pekan olahraga Papua, kata manajer tim.

“Bisa dibilang begitu (chemistry yang baik) karena Lena dan Leni adalah keluarga,” kata manajer tim Yusuf Jamaludin ANTARA di Gelanggang Olahraga Trikora, Universitas Cenderawasih, kota Jayapura, Papua, Jumat.

Kakak beradik ini lahir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada 7 Juni 1989, dengan usia Lena 30 menit lebih tua dari Leni. Sementara Leni memainkan posisi server atau ‘tekong‘, Lena berperan sebagai penyerang, kata Jamaludin.

Berita Terkait: Persiapan upacara pembukaan PON Papua 95% selesai: resmi

Chemistry yang kuat antara peraih medali emas PON Kaltim 2008 itu terlihat dari gestur mereka sepanjang pertandingan, tambahnya.

“Mereka tidak membutuhkan komunikasi verbal saat berada di arena. Hanya dengan gerak tubuh, mereka sudah bisa saling memahami,” ujarnya.

Lena mengatakan “hubungan psikologis yang luar biasa” mereka adalah keunggulan khusus dibandingkan dengan atlet sepak takraw lainnya.

“Saya bisa tahu ketika Leni sedang down di tengah permainan. Biasanya saya langsung menyemangatinya dengan tepukan atau pelukan. Saya juga harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan bola yang diopernya,” jelasnya.

Berita Terkait: PON Papua: Leonardo raih emas di cabang olahraga panjat tebing Speed ​​WR

Rekan setim si kembar, Astri Khairunisa, mengatakan chemistry antara kedua atlet tersebut menjadi nilai plus.

“Mereka tidak bisa dipisahkan. Kalau mereka bermain bersama, kekuatan kita bisa 100 persen. Namun, jika salah satunya diganti, saya jamin kekuatan tim tidak bisa mencapai 100 persen,” katanya.

“Lina dan Leni dapat dengan mudah menebak dan memahami apa yang akan dikatakan saudara kembarnya berkat ikatan saudara mereka. Terkadang, dalam situasi kritis, mereka dapat memahami kode yang diungkapkan oleh tatapan mata saudara kembarnya,” tambahnya.

Prestasi yang diraih si kembar antara lain satu medali perak di PON Riau 2012, dua medali perunggu di Asian Games 2014, dan tiga medali emas di PON Jabar 2016.

Berita Terkait: Roxana membawa harapan Kalsel meraih emas di gulat

Berita Terkait: PON: Desak Rita raih emas untuk Bali dalam olahraga panjat tebing

Leave A Reply

Your email address will not be published.