Sekjen PBB Kecam Pemerintah Ethiopia atas Pengusiran 7 Staf

0


Pemerintah Ethiopia pejabat tujuh pejabat senior PBB dari negara itu.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam adanya pengusiran terhadap tujuh staf badan dunia tersebut oleh Pemerintah Ethiophia. Ia menuntut tuduhan atas tuduhan yang diajukan oleh duta besar dari negara Afrika itu selama pertemuan Dewan Keamanan.

“Adalah tugas saya untuk membela kehormatan PBB,” ujar Guterres dalam sebuah pernyataan setelah bertemu dengan Duta Besar Ethipia untuk PBB, Taya Atske Selassie Amde pada Kamis (7/10).

Pemerintah Etiopia utusan tujuh pejabat senior PBB dari negara itu, karena dianggap ikut campur terkait urusan internal. Selassie mengatakan bahwa para staf PBB mengarang data, dengan salah mengklaim bahwa digunakan sebagai senjata orang-orang telah meninggal karena ditembak, dan mendukung musuh pemerintah, kelompok bernama Front Pembebasan Rakyat Tigrayan (TPLF).

“Untuk menggunakan kata-kata mereka sendiri, mereka ingin menciptakan situasi seperti Darfur. Mereka, tiba-tiba dan dalam bangun, menciptakan satu juta korban bencana,” jelas Selassie.

Guterres mengatakan belum melihat informasi apa pun dari Ethiopia tentang klaim tersebut. Ia mengatakan kepada Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed bahwa jika ada tentang ketidakberpihakan staf PBB, maka Abiy harus membagikan informasi tersebut sehingga Guterres dapat memperkirakannya.

“Dua kali, saya bertanya dan sampai sekarang, saya tidak mendapat jawaban. Rakyat Ethiopia menderita dan kami tidak memiliki kepentingan selain membantu mengatasi penderitaan itu,” jelas Guterres.

Guterres mengatakan hingga tujuh juta orang di Tigray, Amhara dan Afar, yang sempat dilanda perang antara pasukan Pemerintah Ethiopia dan TPLF yang membutuhkan bantuan. Ini termasuk lima juta di Tigray, di mana sekitar 400.000 orang yang diperkirakan dalam kondisi sehat.

Pemerintah Ethiopia diminta untuk pengiriman bantuan mendesak tanpa hambatan dan pergerakan tak terbatas bahan bakar, uang tunai, peralatan komunikasi dan pasokan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan untuk tiga daerah tersebut. Guterres mendesak Dewan Keamanan untuk mendukung upaya bantuan PBB.

“Rekan-rekan kami di lapangan membuktikan membuktikan mata yang mengkhawatirkan tentang terkait dengan laporan terkait terkait,” kata Guterres.



Leave A Reply

Your email address will not be published.