SD Asal Indonesia Raih Penghargaan Pendidikan dari Jepang

0


membentuk tim Sabilina Digital Creative yang mendukung proses pembelajaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — SD Islam Sabilina yang beralamat di JI Raya Kranggan No 47, Jatisampurna, Bekasi, Indonesia meraih penghargaan bergengsi dari lembaga pendidikan asal Jepang. Penghargaan diberikan berkat kemampuannya dalam peluang pendidikan dalam menghadapi krisis Covid-19.

Hilman Farikhi, ketua Yayasan Sabilina, menyampaikan penghargaan itu berasal dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT), Jepang.

Bekerjasama dengan UNESCO Asia Pacific Regional Bureau for Education (UNESCO Bangkok), SD Islam Sabilina ini mendapat penghargaan sebagai peringkat dua di bawah sekolah asal Singapura. Penilaian ini melibtkan 282 sekolah yang berasal dari delapan negara di Asia Tenggara.

“Tidak mudah menciptakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemi ini. Dengan formula yang sedemikian rupa, para peserta didik tetap merasa dan tetap terkoneksi dengan pengajarnya. Semua ini telah menciptakan ruang bermain yang menyenangkan di rumah masing-masing,” kata Hilman dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (17/10).

Kepala sekolah SD Islam Sabilina, Teti Herawati, menjelaskan terobosan yang ada adalah membentuk sebuah tim untuk membantu menemukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang ideal.

“Di awal masa PJJ, para pengajar sempat kewalahan dengan sistem mengajar secara berani. Tim Sabilina Digital sangat membantu, dan banyak memberikan ide-ide kreatif agar anak didik tetap semangat untuk belajar”, ​​kata Teti.

Selanjutnya dengan tema ‘Bangkit dan Bersinar dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi selama Krisis Covid-19’, Teti mengatakan, tidak mampu membuktikan sekolahnya mampu beradaptasi dan berkarya untuk pendidikan selama pandemi.

Teti menjelaskan saat awal pandemi para guru pengajar memang pernah mengalami kesulitan dalam pembelajaran berani. Kemudian membentuk tim Sabilina Digital Creative yang mendukung proses pembelajaran.

“Caranya kami mengikuti pelatihan pembuatan video pembelajaran, syuting guru mengajar, pelatihan untuk zoom meeting, pembuatan infografis di Medsos, dan sistem pembelajaran lainnya, demi mencari keidealan sistem pembelajaran,” katanya.



Leave A Reply

Your email address will not be published.