RI dan Malaysia Soroti Potensi Perlombaan Senjata

0


RI dan Malaysia meninjau daya saing kekuatan besar di wilayah ASEAN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Saifuddin Abdullah berkunjung ke Jakarta untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi, Senin (18/10). Retno mengatakan pertemuan membahas isu-isu terkait dengan masalah khususnya sainganitas kekuatan besar.

Menurut Retno kedua negara ini bahwa upaya menjaga kawasan yang damai dan stabil dilakukan. “Kita tidak menginginkan dinamika saat ini mengakibatkan ketegangan perlombaan senjata dan juga proyeksi daya,” ujar Retno dalam konferesni pers secara visual bersama dengan Saifuddin, Senin (18/10).

Retno menegaskan situasi ini tidak akan menguntungkan siapa pun. Karena itu, negara kedua mendukung untuk memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN.

“Di saat yang sama, kami meminta seluruh mitra ASEAN untuk berkontribusi bagi keamanan, perdamaian, dan kesejahteraan kawasan dengan tetap menghormati hukum internasional,” ujar Retno.

Saifuddin mengatakan Malaysia dan Indonesia khawatir akan ada pengerahan kekuatan sebuah negara di luar wilayahnya. Meski kedua menlu tidak menyebut tentang Pakta dari AUKU tentang kapal selam secara langsung, tapi perbincangan tersebut merujuk pada pakta tersebut.

“Walaupun negara tersebut hanya menyatakan ini adalah kapal selam berkekuatan nuklir tapi tak bersenjata nuklir, kami berdua telah menyatakan kerisauan dan kegusaran,” ujar Saifuddin pada kesempatan yang sama.

“Karena ini bisa memicu pihak lain untuk datang lebih bebas ke wilayah ASEAN dan Laut China Selatan,” tambahnya.

Bulan lalu, AS, Inggris. dan Australia mengumumkan pembentukan aliansi keamanan yang akan membantu melengkapi Australia dengan kapal selam yang didukung nuklir. Aliansi ini akan membentuk kembali hubungan di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya.

Di bawah pengaturan tersebut, Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam didukung dengan menggunakan keahlian AS. Para ahli mengatakan kapal selam nuklir akan mendukung Australia untuk melakukan patroli lebih lama dan memberi aliansi itu kehadiran militer yang lebih kuat di kawasan itu.

Kedua Menlu juga membahas tentang Laut China Selatan. Kedua mengutamakan kepentingan masing-masing negara di kawasan perairan tersebut.

Saifuddin bertandang ke Jakarta juga untuk mempersiapkan kunjungan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob ke Indonesia akhir tahun ini. Anggota ASEAN adalah Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Brunei adalah ketua blok tahun ini. ASEAN juga memiliki kemitraan formal dengan beberapa negara termasuk Australia, China, Kanada, Selandia Baru, Korea Selatan dan Pakistan, serta Uni Eropa.



Leave A Reply

Your email address will not be published.