Puspayoga Pimpin Delegasi Indonesia di APEC WEF 2021

0


Dengan menerapkan pendekatan responsif gender pada kebijakan pemulihan ekonomi, kita dapat membangun ekonomi yang lebih baik, lebih kuat, lebih inklusif, dan berkeadilan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga memimpin delegasi Indonesia pada Asia-Pacific Economic Cooperation Women and the Economy Forum (APEC WEF) 2021 yang diselenggarakan secara virtual dari Wellington, Selandia Baru. Perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional dan global selama pandemi COVID-19 sehingga diperlukan pemulihan ekonomi yang responsif gender dan inklusif, kata menteri dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu.

“Para kepala negara pada APEC Informal Leaders Retreat yang diadakan Juli lalu menyoroti tanggung jawab kolektif untuk menetapkan target langkah-langkah untuk mendukung pemulihan inklusif di kawasan Asia-Pasifik, termasuk memperluas peluang perempuan untuk memungkinkan mereka berpartisipasi penuh dalam proses pemulihan ekonomi global. ,” dia menambahkan.

Perempuan merupakan hampir setengah dari penduduk Indonesia yang mencapai 270,2 juta, dan 53,6 persen di antaranya termasuk dalam kelompok usia produktif, ujarnya.

Berita Terkait: Patokan Partisipasi Perempuan dalam Demokrasi: Wakil Ketua MPR

Selain itu, 90 persen dari 65,4 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia bergerak di bidang usaha mikro, dan lebih dari separuh usaha mikro dimiliki oleh perempuan, ujarnya.

Data menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk mendorong pemulihan ekonomi, termasuk selama pandemi COVID-19, kata Puspayoga.

“Dengan menerapkan pendekatan responsif gender pada kebijakan pemulihan ekonomi, kita dapat membangun ekonomi yang lebih baik, lebih kuat, lebih inklusif, dan berkeadilan,” tambahnya.

Menurut menteri, Indonesia memprioritaskan programnya yang menargetkan kelompok perempuan rentan yang telah menanggung beban pandemi, termasuk kepala keluarga, penyintas bencana, dan penyintas kekerasan.

Berita Terkait: Menteri menyoroti kurangnya acara televisi ramah anak

“Kami mendorong para wanita untuk mengubah bisnis konvensional mereka melalui transformasi digital demi keberlangsungan bisnis mereka. Upaya tersebut juga merupakan bagian dari implementasi La Serena Roadmap for Women and Inclusive Growth 2019-2030, khususnya aksi utama: pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan akses mereka terhadap modal dan pasar,” ujarnya.

Dia menyoroti pembentukan desa ramah perempuan dan anak di Indonesia untuk melaksanakan lima program prioritas kementerian, karena hampir setengah dari perempuan dan anak Indonesia tinggal di desa.

Berita Terkait: KPPPA merencanakan 142 desa ramah perempuan dan anak pada 2022

Berita Terkait: Para menteri APEC memperbarui komitmen untuk pemberdayaan ekonomi perempuan

Leave A Reply

Your email address will not be published.