Pusat isolasi terapung, bandara disiapkan untuk penutupan PON XX

0


Saya sudah instruksikan Dirjen Perhubungan Laut untuk menyiapkan dua balai isolasi terapung sampai lima hari terhitung sejak tanggal penutupan PON XX dan memastikan semua pasien yang dirawat di balai isolasi tertangani dengan baik.

Jakarta (ANTARA) – Dua kapal yang akan dijadikan pusat isolasi dan empat bandara akan melayani atlet dan ofisial PON XX hingga lima hari setelah Asian Games berakhir pada 15 Oktober, kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Saya sudah instruksikan Dirjen Perhubungan Laut untuk menyiapkan dua balai isolasi terapung itu sampai lima hari sejak penutupan PON XX dan memastikan semua pasien yang dirawat di balai isolasi tertangani dengan baik,” kata Menteri Sumadi di Jakarta, Selasa.

Dua kapal yang akan dijadikan pusat isolasi itu adalah KM Tidar yang berlabuh di Jayapura, dan KM Sirimau yang berlabuh di Merauke, sedangkan Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Mozes Kilangin di Timika, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, dan Bandara Mopah di Merauke akan melayani. atlet dan ofisial pertandingan, katanya.

Berita Terkait: Terdeteksi 83 kasus COVID-19 di PON XX Papua

Keputusan untuk menyiapkan fasilitas isolasi dan bandara tersebut didasarkan pada instruksi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memastikan fasilitas tersebut siap untuk melayani atlet dan ofisial PON XX paling lambat lima hari sejak penutupan PON XX.

KM Tidar merapat di Jayapura sejak 12 Agustus dan berfungsi sebagai pusat isolasi terapung untuk Jayapura, sedangkan KM Sirimau merapat di Merauke sejak 27 September setelah sebelumnya berfungsi sebagai pusat isolasi wilayah Sorong, kata Sumadi.

Berita Terkait: Tidak ada lonjakan signifikan kasus COVID-19 selama PON Papua: Menteri

“Kami optimis dengan hadirnya pusat isolasi terapung ini dapat membantu meringankan situasi pandemi COVID-19 di wilayah Papua,” kata Menkeu.

Isolasi di kapal dapat mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi kemungkinan infeksi, karena pergerakan mereka terbatas di kapal, katanya.

Berita Terkait: Protokol kesehatan ketat diterapkan di venue akuatik PON: menteri

Kementerian juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Papua untuk memfasilitasi keberangkatan atlet dan ofisial dengan menegakkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami memastikan protokol kesehatan yang ketat diterapkan oleh maskapai dan petugas bandara selama pemberangkatan atlet dan ofisial PON melalui bandara. Permohonan PeduliLindungi, sertifikat vaksinasi, dan sertifikat tes PCR COVID-19 dengan hasil negatif menjadi prasyarat untuk naik ke pesawat. ,” tegas Sumadi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan, Senin, 83 kasus COVID-19 terdeteksi selama PON XX di Papua.

Berita Terkait: PON dilanjutkan dengan protokol kesehatan yang lebih ketat setelah kasus COVID muncul

Berita Terkait: Wapres akan hadiri upacara penutupan PON Papua pada hari Jumat

Leave A Reply

Your email address will not be published.