Program Indonesia Eximbank membantu UMKM memasuki pasar global

0


Jakarta (ANTARA) – Indonesia Eximbank (LPEI) mempersiapkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasuki pasar global dan mengekspor produknya ke berbagai negara melalui Program Pembinaan Eksportir Baru (CPNE).

“Program CPNE telah disiapkan bagi UKM berorientasi ekspor yang ingin berkembang menjadi eksportir Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata Corporate Secretary LPEI Chesna F. Anwar di Jakarta, Senin.

Program CPNE bertujuan untuk melatih dan membantu UKM yang berorientasi ekspor agar mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar global, tambah Anwar.

Salah satu peserta program CPNE adalah Eni Anjayani, seorang pengusaha UMKM asal Yogyakarta. Anjayani memproduksi barang-barang dekorasi rumah bermotif batik vintage seperti kaleng kerupuk yang menarik pembeli dari negara-negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Asia Tenggara.

Anjayani menuturkan, pihaknya melibatkan masyarakat sekitar, seperti ibu rumah tangga dan anak muda, dalam membuat produk agar dapat berkontribusi pada perekonomian sekaligus melestarikan budaya Indonesia.

Anjayani yang memulai usahanya dengan modal Rp5 juta, saat ini mempekerjakan 37 orang. Dari mereka, 17 adalah karyawan internal, sedangkan sisanya adalah pekerja lepas.

Berita Terkait: Kemendag gelar pameran promosi produk UMKM

Ia mengatakan, karyawannya tersebar di empat cluster di Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Magelang, dengan masing-masing cluster memproduksi 300-500 unit per hari.

“Harga jual produk ini Rp290 ribu-Rp1 juta,” kata Anjayani.

Pada tahun 2017, ia mengikuti program CPNE untuk mengembangkan usahanya yang diberi nama Wastraloka.

Ia mengatakan tidak mengutamakan nilai produknya sebelum mengikuti CPNE, namun akhirnya Wastraloka berhasil menembus pasar Australia setelah melalui proses pelatihan.

Menurutnya, Program CPNE memiliki banyak manfaat bagi pelaku UMKM karena membantu memilih jenis produk yang diminati, selain membuka akses pasar dan menghitung harga jual.

Berita Terkait: Kemenperin minta generasi muda gali potensi UMKM

Leave A Reply

Your email address will not be published.