Presiden Jokowi umumkan penambahan beberapa kawasan di Labuan Bajo

0


Hotel, pusat suvenir, pusat kreatif, amfiteater, alun-alun, jalan-jalan kota, dan ruang publik lainnya telah diperbaiki. Semua area dan pelabuhan yang khusus melayani phinisi, yacht dan cruise sudah siap

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penambahan Kawasan Puncak Waringin, Kawasan Batu Cermin, serta delapan ruas jalan, ke Labuan Bajo, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Alhamdulillah pembangunan berbagai proyek infrastruktur penunjang pariwisata di Labuan Bajo telah selesai. Labuan Bajo siap menyambut kedatangan wisatawan,” kata Presiden Joko Widodo di Puncak Waringin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, di Kamis.

Setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan melakukan proyek pembangunan skala besar di Labuan Bajo, kini infrastruktur setempat telah rampung, sedangkan landasan pacu dan terminal Bandara Komodo akan dikembangkan pada 2022. .

“Hotel, pusat suvenir, creative hub, amphitheater, plaza, city walk dan ruang publik lainnya sudah diperbaiki. Semua area dan pelabuhan yang khusus melayani phinisi, yacht, dan cruise sudah siap,” tegas Jokowi.

Berita Terkait: Presiden Resmikan Merger Pelindo, Infrastruktur di NTT

Proyek ini memprioritaskan kampanye promosi besar dan persiapan Labuan Bajo untuk menjadi tuan rumah acara nasional dan internasional.

Labuan Bajo nantinya akan menjadi tuan rumah KTT G20, dan kita juga akan menggunakannya untuk KTT ASEAN pada 2023,” tambah Jokowi.

Usai upacara pengumuman, Presiden Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjalan menuju Kompas Bajo di kawasan Puncak Waringin.

Yori Antar, arsitek yang mendesain Kompas Bajo, mengatakan lokasi tersebut merupakan tempat terbaik untuk menikmati kawasan Labuan Bajo, karena pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam tiga kali lebih baik dari tempat lain.

“Disini kita bisa melihat sunset, siluet pulau-pulau, dan siluet ratusan kapal phinisi,” tambah Yori.

Berita Terkait: Danau Toba: Kementerian akan meminta dukungan wisatawan untuk pariwisata berkelanjutan

Kompas Bajo dibangun dengan gaya rumah adat Manggarai. Gedung yang beratap kerucut ini menjadi hub bagi komunitas ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Labuan Bajo yang memiliki sentra souvenir, sentra tenun ikat, dan lounge.

Pembangunan KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Puncak Waringin akan dilakukan mulai Agustus 2019 dan selesai Maret 2021, dengan luas 0,39 hektare dan menelan biaya Rp28,86 miliar.

Puncak Waringin akan fokus pada tema budaya karya seni publik, yang menceritakan sejarah dan budaya Labuan Bajo.

Terletak di puncak bukit di pusat kota Labuan Bajo dan dapat berfungsi sebagai tempat pertunjukan budaya, dengan pemandangan Laut Flores.

Berita Terkait: Pelabuhan Labuan Bajo menawarkan bongkar muat untuk kontainer 2.020-TEU

Sementara itu, KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Batu Cermin mulai ditata pada Maret 2020 dan akan selesai pada Maret 2021 dengan luas 2,9 hektar dengan anggaran Rp29,83 miliar.

Batu Cermin memberikan kemudahan akses bagi wisatawan menuju Gua Batu Cermin, karena memiliki jalur trekking dan mendukung kegiatan seni budaya dan penelitian lokal dengan fasilitas penunjang kawasan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, dan arsitek Yori Antar.

Berita Terkait: Di Manokwari, VP mengadakan diskusi dadakan dengan penjual buah sawit

Berita Terkait: Merger Pelindo untuk Tingkatkan Daya Saing: Presiden Jokowi

Leave A Reply

Your email address will not be published.