Presiden Jokowi hadiri KTT Global COVID-19

0


Poin pertama adalah untuk menegaskan kembali komitmen kami dengan para pemimpin dunia untuk mempercepat tingkat vaksinasi di seluruh dunia

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual menghadiri Global COVID-19 Summit guna membahas komitmen para pemimpin dunia untuk mempercepat upaya vaksinasi di seluruh dunia, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dalam jumpa pers virtual yang disiarkan dari kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis pagi, Menteri Sadikin menyatakan bahwa Presiden Jokowi telah menghadiri KTT Global COVID-19 pada Rabu malam setelah menerima undangan pribadi Presiden AS Joe Biden untuk menghadiri KTT tersebut.

Presiden Jokowi termasuk satu-satunya empat pemimpin dunia yang diundang secara pribadi oleh Presiden Biden untuk menghadiri KTT dan memberikan saran tentang strategi penanganan pandemi COVID-19, menurut Sadikin.

Berita Terkait: G20 – Mendagri desak kesetaraan dalam sistem kesehatan global

Menteri mencatat bahwa Presiden Biden telah menekankan tiga poin utama untuk strategi penanganan COVID-19 di KTT.

“Poin pertama adalah menegaskan kembali komitmen kami dengan para pemimpin dunia untuk mempercepat tingkat vaksinasi di seluruh dunia,” ungkap Sadikin.

Menteri mencatat bahwa target Organisasi Kesehatan Dunia saat ini adalah untuk mencapai cakupan vaksinasi 40 persen untuk populasi global pada tahun 2021 dan cakupan 70 persen pada tahun 2022.

Poin kedua adalah pentingnya keputusan cepat untuk menyelamatkan umat manusia dari penyakit ini, karena saat ini, sekitar 4,5 juta orang di seluruh dunia telah meninggal akibat virus tersebut, kata menteri.

“Presiden Biden secara khusus menekankan perlunya memastikan ketersediaan oksigen, alat tes dan tracing, serta stok obat-obatan di rumah sakit untuk merawat pasien yang terinfeksi virus tersebut,” kata Menteri Sadikin.

Berita Terkait: Tingkat cakupan vaksinasi dosis pertama menentukan penurunan tingkat PPKM

Menkeu menjelaskan, poin ketiga berkaitan dengan memastikan pemulihan global dari pandemi dan kesiapsiagaan menghadapi epidemi di masa depan.

“Kita perlu menyusun arsitektur ketahanan kesehatan global dan merencanakan sistem keuangan perawatan kesehatan global untuk negara yang membutuhkan bantuan keuangan untuk mengatasi masalah kesehatan domestik,” kata menteri.

Presiden Biden juga menyoroti pentingnya sistem perawatan kesehatan yang tangguh di negara berkembang dan maju untuk masa depan yang lebih baik dan memastikan kesiapan menghadapi epidemi di masa depan, tegas Sadikin.

Berita Terkait: Presiden Jokowi Soroti Empat Sikap Indonesia di UNGA

Berita Terkait: Indonesia berkomitmen untuk kebaikan global selama kepresidenan G20: Jokowi

Leave A Reply

Your email address will not be published.