Presiden Jokowi dorong BUMN bermitra dengan perusahaan global

0


Siapa yang tidak ingin bermitra dengan kami?

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bermitra dengan korporasi global untuk mengembangkan model bisnis jadul untuk menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan teknologi.

“Cara adaptasi yang paling cepat adalah dengan menjalin kemitraan,” kata Jokowi saat berpidato di depan direktur utama BUMN yang dipantau di sini, Sabtu melalui saluran YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Presiden menyatakan keyakinannya, mengingat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade ke depan, beberapa perusahaan global akan tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia.

Berita Terkait: Pemulihan ekonomi penting tetapi kesehatan tetap menjadi prioritas utama: Menteri

“Perusahaan global mana yang terbaik? Undang mereka untuk bermitra dengan kami. Mereka pasti akan menerima tawaran itu, karena kita diproyeksikan berada di antara empat ekonomi teratas dunia dalam 10-20 tahun ke depan. Siapa yang tidak mau bermitra dengan kita?” tegas Jokowi.

Presiden berharap perusahaan-perusahaan Indonesia mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, model bisnis mereka harus terus dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang pesat.

BUMN Indonesia harus menyikapi Revolusi Industri 4.0 dan era disrupsi teknologi dengan mempelajari model bisnis baru yang efektif diterapkan di tengah pandemi COVID-19.

Berita Terkait: Merger Pelindo wujudkan harapan Jokowi untuk masa depan pelabuhan Indonesia

Presiden menegaskan, untuk dapat bertahan di era revolusi industri 4.0, perusahaan harus menyiapkan sumber daya manusia dan ekosistem bisnis yang unggul untuk membantu mereka beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Transformasi bisnis dan adaptasi teknologi diperlukan dan tidak bisa dihindari,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau perusahaan untuk selalu mengevaluasi nilai-nilai ekonomi dan efisiensi serta indikator bisnis, misalnya tingkat pengembalian internal dari program bisnis mereka.

“Selain itu, karena BUMN adalah perusahaan negara, dampak sosialnya juga akan diperhitungkan. Perhitungan penting untuk menilai pertumbuhan perusahaan di masa depan,” tambahnya.

Berita Terkait: Empat orang terkubur di Trunyan setelah tanah longsor yang dipicu gempa bumi

Berita Terkait: Papua resmi serahkan tongkat PON ke Aceh, Sumatera Utara

Leave A Reply

Your email address will not be published.