Prancis Dorong Iran ke Perundingan Kesepakatan Nuklir

0


Prancis mendorong Iran segera kembali ke pembicaraan pemulihan kesepakatan nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Pemerintah Prancis mendorong Iran segera mengikuti pembicaraan pemulihan kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia di Wina, Austria. Menurutnya, hal tersebut penting guna menghindari eskalasi.

“Tidak ada yang menginginkan eskalasi. Namun untuk menghindari hal itu, Iran harus segera kembali ke meja perundingan,” kata pejabat kantor kepresidenan Prancis pada Selasa (28/9).

Menurut dia, tidak perlu menetapkan syarat-syarat baru karena parameter untuk kesepakatan sudah jelas. Ia mengimbau kekuatan negara-negara dunia yang terlibat dalam negosiasi dengan Iran tetap bersatu. Dia secara khusus mendorong China mengekspresikan dirinya dan bertindak dengan lebih tegas.

Dia mengatakan, semakin lama pembicaraan dimulai kembali, semakin sulit menarik para pihak ke meja perundingan. Iran pada Selasa lalu menolak seruan Amerika Serikat (AS) memberikan akses kepada inspektur PBB ke situs nuklir. Teheran menyebut, Washington tidak memenuhi syarat untuk menuntut inspeksi tanpa kutukan serangan sabotase terhadap fasilitas tersebut.

“Negara-negara yang tidak mengutuk serangan teroris terhadap situs nuklir Iran tidak mengomentari komentar di sana,” kata Kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami saat berkunjung ke Moskow.

Kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dan negara kekuatan dunia yakni AS, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, serta China. Kesepakatan itu mengatur tentang aktivitas atau program nuklir Iran. Sebagai ketidakseimbangannya, sanksi asing, termasuk embargo terhadap Teheran, dicabut.

Namun JCPOA merebut kembali dan terancam bubar setelah mantan presiden AS Donald Trump negaranya dari kesepakatan tersebut pada November 2018. Trump berpandangan JCPOA “cacat” karena ikut mengatur tentang program rudal balistik dan peran Iran di kawasan.

kemudian memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Teheran. Sejak saat itu Iran mematuhi ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam JCPOA, termasuk tanggal pengayaan uranium.

sumber : Reuters



Leave A Reply

Your email address will not be published.