PON XX: Ketua KONI Puji Tempat Paralayang

0


Para atlet paralayang yang datang dari jauh dapat menikmati indahnya pemandangan Jayapura dari atas perbukitan sambil menampilkan kemampuan terbaiknya saat bertanding.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman memuji venue yang dipilih untuk pertandingan paralayang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang menyuguhkan pemandangan Jayapura, Provinsi Papua.

Panitia PON telah memutuskan untuk menjadikan Bukit Gracia di desa Buton, kota Jayapura sebagai titik awal kompetisi paralayang, dan ketua KONI mengunjungi bukit tersebut sebelum kompetisi dimulai pada hari Kamis.

“Ketika saya melihat titik lepas landas untuk kompetisi paralayang, saya melihatnya sebagai lokasi yang sangat strategis karena kita bisa melihat keindahan Jayapura dari titik itu,” kata Norman dalam keterangan resmi yang dirilis KONI di hari yang sama.

Gracia Hill merupakan alternatif dari beberapa venue yang dipertimbangkan pada awalnya, tambahnya.

Berita Terkait: Duo emas untuk diperebutkan di pertandingan wushu hari kedua PON XX

Kandidat pertama, Bukit Teletubbies di Waibu, dicoret dari daftar karena lokasinya yang dekat dengan lapangan terbang dan kandidat titik awal berikutnya—situs Monumen Mac Arthur di Sentani—juga dicoret karena keberadaan saluran listrik udara yang akan melintasi zona meluncur, Norman memberi tahu.

Setelah panitia PON Games menganggap Camping Ground Waena di Sentani—opsi ketiga—tidak layak menjadi titik awal, Gracia Hill muncul sebagai opsi berikutnya yang memungkinkan, katanya.

Penilaian dan pengamatan lebih lanjut terhadap bukit tersebut membuahkan hasil positif, dan panitia sepakat untuk menetapkannya sebagai titik awal untuk kompetisi paralayang, tambahnya.

Berita Terkait: Saat suhu naik, BMKG meminta atlet PON untuk berhati-hati

“Titik lepas landas memiliki sudut kemiringan yang tepat antara 18 hingga 23 derajat, lokasinya juga memiliki angin sakal yang baik yang akan membantu pesaing untuk mendapatkan daya angkat saat meluncur, dan lokasinya juga mudah diakses,” delegasi teknis olahraga paralayang Djoko Bisowarno menunjukkan.

Ketua KONI berharap para atlet bisa bertanding dengan baik dan menikmati pemandangan Jayapura yang memukau dari Bukit Gracia.

Berita Terkait: PON: Sprinter Jeany Agreta Siap Banggakan Jakarta

“Atlet paralayang yang datang dari jauh dapat menikmati indahnya pemandangan Jayapura dari perbukitan sambil menampilkan kemampuan terbaiknya selama bertanding,” tambah Norman.

Kompetisi paralayang telah diselenggarakan di Gracia Hill sejak 30 September hingga 12 Oktober 2021. Sebanyak 64 atlet yang terdiri dari 18 putri dan 46 putra dari 9 provinsi akan bertanding dalam 12 pertandingan paralayang pada kompetisi PON.

Berita Terkait: Mal Pelayanan Publik sebagai buah dari kelincahan birokrasi, kecepatan

Berita Terkait: Industri halal salah satu pilar utama pemulihan ekonomi global: VP

Leave A Reply

Your email address will not be published.