Polisi Proses Kasus Penipuan Arisan Daring di Kota Solo

0


Delapan korban penipuan arisan berani di Kota Solo senilai Rp 1 miliar lapor polisi.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO — Satuan Reskrim Polres Kota Surakarta dugaan kasus penipuan terlapor berinisial JJ, warga Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah. Tim penyidik Polresta Surakarta menetapkan saksi terlapor JJ, seorang perempuan yang diduga melakukan tindak pidana kejahatan bemodus arisan berani di Solo menjadi tersangka,.

Menurut Kepala Polresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak, status yang bersangkutan saksi terlapor. Tim penyidik ​​Satreskrim Polresta Surakarta sudah melakukan penyelidikan maupun penyidikan terkait kasus tersebut. Dia menyebut, ada delapan orang yang sudah melapor ke Polresta Surakarta pada Ahad (12/9), yang menjadi korban arisan berani.

“Kami bakal melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban, termasuk terlapor untuk mengikat perkara ini,” kata Ade di Kota Solo, Selasa (21/9).

Oleh karena itu, Ade mengimbau, masyarakat yang merasa menjadi korban terlapor JJ untuk segera membuat laporan resmi kepada polisi. Sehingga, dugaan penipuan yang dilakukan oleh terlapor lebih jelas kasus.

“Kami sedang proses mengumpulkan bukti dari pelapor atau korban. Kami berharap segera menetapkan tersangka dalam pekan ini. Namun, jika ada warga lain yang merasa menjadi korban, segera melapor,” kata Ade.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara modus kasus tersebut dimana terlapor menawarkan arisan dengan sistem lelang. Misalnya ada arisan senilai Rp 2 juta, sambung dia, dilakukan lelang kepada siapa pun yang mau melakukan pengambilalihan arisan tersebut. Namun, terlapornya waktu arisan tersendat sehingga menimbulkan korban.

Diduga kerugian korban mencapai total satu miliar rupiah. Jumlah korban sudah membuat laporan resmi dari kejadian ini dan berharap proses ini bisa selesai melalui proses hukum.

Kepala Satreskrim Polresta Surakarta, AKP Djohan Andika menyatakan, tim penyidik ​​sedang memproses kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan. Dia menyebut, ada delapan saksi korban yang melaporkan kasus arisan yang berani itu.

Menurut Djohan, tim penyidik ​​masih proses untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti. Rencana dengan memanggil delapan saksi korban atau pelapor dan JJ yang berstatus saksi terlapor diperiksa untuk menetapkan sebagai tersangka.



Leave A Reply

Your email address will not be published.