PM Malaysia Jamin Perlindungan Pekerja Indonesia dari Majikan yang Langgar Aturan

0


PMI juga boleh membuat suatu tantangan jika mengalami kekerasan dari majikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Ismail Sabri Yakob memastikan Malaysia menjamin perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dari segala tindakan yang memungkinkan risiko peraturan tenaga kerja. PM Sabri mengemukakan hal itu mengetahui tentang kesepahaman tentang penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat (1/4/2022).


“Beberapa inisiatif turut dilakukan Kerajaan Malaysia dalam menjaga kebajikan pekerja domestik dari sudut sosial, pertama melalui pertumbuhan keselamatan sosial,” kata PM Dato’ Sri Ismail Sabri Yakob seperti dipantau secara virtual melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.


PM Sabri menyebutkan nomor kebijakan lainnya yang dicapai untuk menjamin perlindungan PMI, yakni jaminan pembayaran gaji melalui e-wedges. Dengan begitu, pembayaran gaji tidak melewati 7 hari setiap bulannya.


Selain itu, PMI mendapatkan cuti atau hari libur sehari dalam seminggu. PMI juga boleh membuat suatu keberanian jika mengalami kekerasan dari majikan, maupun isu lainnya.


“E-aduan ini dijelaskan oleh Menteri Sumber Daya Manusia dan kami pastikan tidak ada tindakan terhadap karyawan yang melanggar,” kata PM Sabri.


Ia menambahkan bahwa Malaysia telah meratifikasi protokol pada pertemuan Organisasi Buruh Internasional (ILO) sebagai komitmen untuk memberantas isu buruh paksa, termasuk memberi perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

sumber : antara



Leave A Reply

Your email address will not be published.