Petani sawit mengajukan lima tuntutan kepada pemerintah

0



93 persen petani swadaya seolah terabaikan haknya

Jakarta (ANTARA) –

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menambahkan sedikitnya kepada pemerintah terkait kelapa sawit.

Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung saat ditemui di depan Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian dan Tugu Arjuna Wijaya (Patung Kuda), Jakarta, Selasa, mengatakan menyuarakan pertama, agar pemerintah melindungi 16 juta petani sebagai dampak turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit sebesar 70 persen di 22 provinsi sawit.

Kedua, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meninjau ulang kebijakan larangan ekspor sawit dan produk minyak goreng sawit (MGS) serta bahan bakunya karena langsung ke harga TBS sawit.

Ketiga, meminta Presiden Jokowi tidak hanya menyubsidi MGS curah, tapi juga MGS kemasan sederhana (MGS Gotong Royong).

Keempat, meminta segera kepada pemerintah membuat regulasi yang mempertegas pabrik kelapa sawit dan MGS harus 30 persen dikelola oleh koperasi untuk kebutuhan domestik, agar urusan ekspor diurus oleh perusahaan besar, sehingga kejadian kelangkaan minyak goreng tidak bersifat musiman (tidak berulang).

Kelima, meminta Presiden Jokowi untuk memerintahkan Menteri Pertanian agar merevisi Permentan 01/2018 tentang Tataniaga TBS (Penetapan Harga TBS), karena harga TBS yang diatur di Permentan 01 tersebut hanya ditujukan kepada petani yang bekerjasama dengan perusahaan.

Padahal petani dengan jumlah perusahaan hanya tujuh persen dari total perkebunan sawit rakyat (6,72 juta ha).

“Sementara yang 93 persen petani swadaya seolah terabaikan haknya,” kata Gulat.

250 peserta dari lingkungan petani sawit anggota Apkasindo 22 Provinsi dan 146 kabupaten/kota, serta anak petani sawit yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sawti (FORMASI) Indonesia mulai datang ke depan Gedung Kemenko Perekonomian sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga: HKTI ingin larangan ekspor CPO dapat dicabut

Mereka membawakan satu mobil komando dan massa mendengar orasi dari orator lewat pengeras suara.

Puluhan petani kelapa sawit menampilkan sejumlah gambar seperti spanduk hingga tanda-tanda yang berisikan.

Massa menggunakan seragam putih yang “Selamatkan Petani Sawit Indonesia” dan banyak di antaranya menggunakan atribut kepala yang bersifat kedaerahan.

Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB, peserta aksi meninggalkan Kantor Kemenko Perekonomian dan bergeser ke area Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, untuk melanjutkan aksi.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave A Reply

Your email address will not be published.