Penyiar Indonesia Didesak Peduli Konten Terpercaya: Kominfo

0


Industri penyiaran masih menjadikan rating sebagai tolak ukurnya dalam membuat konten. Kita harus bergerak maju untuk melihat lebih jauh dari peringkat,

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau media dan lembaga penyiaran di Indonesia lebih serius memperhatikan keandalan kontennya, bukan hanya rating.

Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menghimbau kepada para pelaku media di tanah air untuk terus meningkatkan praktik jurnalistiknya dengan menyediakan konten yang handal.

Seperti diungkapkan dalam keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu, Plate menyoroti pentingnya melayani masyarakat dengan konten informatif yang akan meningkatkan nilai-nilai budaya Indonesia.

Ia menyampaikan pandangannya dalam webinar yang mengingatkan para pelaku media akan tugas media untuk tidak hanya menginformasikan, mendidik, dan menghibur masyarakat, tetapi juga membantu memajukan budaya bangsa.

“Peran penting ini harus menjadi pedoman bagi seluruh insan media dalam menjalankan aktivitas komersialnya, dalam memilih konten, dan dalam melindungi produsen konten,” jelasnya.

Pengelolaan penyiaran diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja Sub Bidang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran.

Berita Terkait: Pemerintah fokus memajukan musik tradisional: resmi

Undang-undang tersebut menetapkan bahwa lembaga penyiaran didefinisikan sebagai media massa yang berperan sebagai sumber informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, serta kontrol sosial, dan kohesi.

“Industri penyiaran masih menjadikan rating sebagai tolak ukurnya dalam membuat konten. Kita harus bergerak maju untuk melihat lebih jauh dari rating,” kata Plate.

Isi dari lembaga penyiaran seharusnya memberikan hiburan yang edukatif, dan jika demikian, para pelaku media tersebut telah memainkan peran penting dalam memperbanyak konten yang dapat diandalkan, katanya.

Saat ini, perkembangan teknologi digital yang pesat telah menyeret media lama dan baru ke dalam persaingan yang ketat antara lain karena kehadiran platform yang over-the-top, ujarnya.

Kemudahan yang ditawarkan platform OTT telah menantang media konvensional untuk memungkinkan mereka mempertahankan eksistensi, relevansi, dan konten yang andal, kata Plate.

“Platform OTT menjadi game-changer dan momentum bagi media konvensional kita untuk terus mengevaluasi kualitas dan ragam konten produk yang ditawarkan kepada masyarakat luas,” tandasnya.

Dalam hal ini, pemerintah siap bekerja sama dengan para pelaku media penting di Indonesia dengan memberikan kebijakan yang dapat mendorong perkembangan industri media dan TV Indonesia.

Pemerintah juga siap bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait dengan menghadirkan manajemen media dalam upaya meningkatkan kontribusi sektor ekonomi dalam menghadapi platform OTT, ujarnya.

Berita Terkait: Masyarakat harus berhati-hati, berhati-hati dalam menggunakan media sosial: MPR

Leave A Reply

Your email address will not be published.