Pemkot Bogor Usulkan Solusi Soal Perubahan Jalan Tol

0


Adanya pergeseran sumbu jalan tol, mengenai lahan Bogor untuk strategi pembangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Pemerintah Kota Bogor mengusulkan solusi saling menguntungkan (win-win solution) tentang perubahan pembangunan lanjutan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIB yang membahas lahan aset Kota Bogor dalam strategi program pembangunan infrastruktur.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, perubahan desain pembangunan lanjutan BORR Seksi IIIB tersebut dengan lokasi lahan dari rencana tiga strategi program pembangunan infrastruktur Pemerintah Kota Bogor.

Syarifah menyebut, ketiga rencana program strategi pembangunan infrastruktur tersebut adalah, rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R), serta Kompleks Sport Center dan Wisma Atlet.

Lokasi dari ketiga rencana program strategi pembangunan infrastruktur itu berada di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Syarifah menjelaskan Pemerintah Kota Bogor sudah bertemu dengan pimpinan PT Marga Sarana Jabar (MSJ) sebagai pengelola jalan tol BORR yang sedang melakukan perubahan rencana pembangunan lanjutan jalan tol seksi IIIB, ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin sepanjang 2,65 km.

“Untuk jalan tol di perempatan jalan, yang dibangun ‘junction’ ada perubahan desain karena posisinya digeser,” katanya.

Menurut Syarifah, karena adanya pergeseran posisi jalan tol layang itu, maka sumbu perempatan tol layang itu juga bergeser. “Dampak dari pergeseran itu mengenai lahan aset Kota Bogor yang direncanakan untuk strategi program pembangunan,” katanya.

Syarifah menjelaskan, “persimpangan” atau perempatan tol layang itu nantinya menghubungkan jalan tol BORR ke berbagai arah, seperti ke jalan tol Tol Depok-Antasari, ke Dramaga hingga ke Sukabumi, ke Bandung dan lainnya.

Pemerintah Kota Bogor dan PT Marga Sarana Jabar, kata dia, sudah survei ke lapangan untuk memastikan lokasi rencana pembangunan lanjutan jalan tol BORR tersebut.

“Pada survei lapangan itu diketahui, ternyata ada pergeseran desain lahan yang menjadi lokasi rencana pembangunan Kota Bogor,” katanya.

Menurut Syarifah, karena pembangunan program jalan tol itu pemerintah pusat dan merupakan jalan nasional, Kota Bogor harus mendukung, dengan syarat ada solusi yang saling mengantungkan.

“Kami meminta ada saling menguntungkan, karena Kota Bogor juga memiliki perencanaan pembangunan di lokasi itu,” katanya.

sumber : Antara



Leave A Reply

Your email address will not be published.