Pemerintah mengambil pendekatan ‘kemakmuran’ untuk menyelesaikan masalah Papua: menteri

0


Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menerapkan pendekatan berbasis ‘kemakmuran’ bukan ‘senjata’ untuk menangani masalah Papua, kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Hal itu disampaikannya usai Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melakukan kunjungan kehormatan, Kamis.

Di saluran Youtube resmi kementerian itu ANTARA diakses dari Jakarta, Mahfud menyoroti pentingnya mengadopsi “pendekatan baru” untuk menangani masalah Papua.

“Pendekatan tersebut pada dasarnya terkait dengan pembangunan kesejahteraan yang dilaksanakan secara komprehensif dan sinergis,” ujarnya seraya menambahkan bahwa tidak terkait dengan “senjata”, melainkan “kemakmuran”.

Oleh karena itu, pendekatan teknis difokuskan pada operasi teritorial daripada operasi tempur, kata menteri. Jenderal Perkasa memaparkan perspektif dan gagasannya tentang pendekatan baru dalam pertemuan tersebut, tambahnya.

Berita Terkait: Pasukan TNI Harus Disayangi Orang Papua: Kepala Staf

Mahfud mengatakan, dia juga membahas pelanggaran HAM berat yang melibatkan TNI dengan Jenderal Perkasa dalam pertemuan itu.

Salah satu pelanggaran HAM adalah kasus Paniai yang dilaporkan pada Juli tahun ini, katanya seraya menambahkan bahwa untuk menyelesaikan kasus tersebut, Panglima TNI akan berkoordinasi dengan kementeriannya.

Sementara itu, Jenderal Perkasa tidak merinci gagasannya untuk menangani masalah Papua tetapi berjanji akan membawanya dalam kunjungan kerjanya ke provinsi Papua minggu depan.

Jenderal Perkasa dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI pada 17 November 2021 menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang telah memasuki usia pensiun 58 tahun pada 8 November 2021.

Isu Papua akan menjadi tantangan selama kepemimpinan Perkasa karena konflik bersenjata masih terjadi di Papua dan Papua Barat meskipun pemerintah pusat dan daerah telah melakukan upaya terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dengan mengintensifkan pembangunan daerah.

Papua telah menjadi saksi serentetan kekerasan terhadap warga sipil dan aparat keamanan dalam beberapa tahun terakhir.

Intan Jaya mencatat bulan paling berdarah pada September 2020, dengan kelompok bersenjata terkenal melancarkan serangkaian serangan yang merenggut nyawa dua tentara dan dua warga sipil dan menyebabkan dua lainnya terluka.

Kelompok bersenjata juga melanjutkan aksi teror mereka tahun ini.

Pada 25 April 2021, separatis Papua yang beroperasi di Beoga menyergap Kepala Badan Intelijen Negara (Papua) I Gusti Putu Danny Karya Nugraha dan beberapa personel keamanan saat berkunjung ke desa Dambet.

Nugraha meninggal karena luka tembak.

Berita Terkait: Tentara harus melindungi orang Papua dari penjahat bersenjata: Abdurrachman

Leave A Reply

Your email address will not be published.