Pemerintah Indonesia menetapkan persyaratan masuk bagi orang asing yang datang ke Bali

0


Mengapa kita menentukan masa karantina menjadi lima hari? Karena masa inkubasi virus adalah 4,8 hari, maka risikonya akan lebih rendah.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia telah mencantumkan sejumlah persyaratan masuk yang harus dipenuhi oleh wisatawan asing yang ingin masuk ke Provinsi Bali setelah penerbangan internasional dibuka kembali pada 14 Oktober 2021.

“Pembukaan kembali penerbangan internasional ke Bali diharapkan mampu memulihkan perekonomian provinsi secara bertahap,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers online, Senin.

Namun, seperti yang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo, pembukaan kembali harus dilakukan dengan hati-hati meskipun jumlah kasus COVID-19 telah menurun secara signifikan, tambahnya.

“Angka penularan virusnya masih di atas satu. Namun, kami berharap minggu ini kurang dari satu,” lanjut Menko.

Ia juga mengatakan bahwa Presiden telah meminta pengetatan protokol kesehatan di pintu kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Selain itu, manajemen karantina mandiri harus tetap dipertahankan, sedangkan target cakupan vaksinasi perlu dipenuhi, tambahnya.

“Kabupaten Gianyar merupakan satu-satunya wilayah di Bali yang cakupan vaksinasinya harus ditingkatkan. Hanya 38 persen lansia di wilayah tersebut yang telah divaksinasi. Oleh karena itu, kami menargetkan cakupannya mencapai 40 persen dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya. dikatakan.

Berita Terkait: Pengunjung dari 18 negara, tidak termasuk Singapura, dapat mengunjungi Indonesia

Pemerintah Indonesia telah menetapkan persyaratan pra-keberangkatan dan saat kedatangan bagi penumpang penerbangan internasional. Sesuai dengan persyaratan sebelum keberangkatan, pengunjung:

1. Harus berasal dari negara dengan kasus terkonfirmasi level satu dan dua dan tingkat positif di bawah lima persen,

2. Hasil tes RT-PCR negatif, diambil maksimal 72 jam sebelum keberangkatan,

3. Telah menerima dosis COVID-19 kedua paling lambat 14 hari sebelum keberangkatan dan memiliki surat keterangan vaksinasi yang ditulis dalam bahasa Inggris selain bahasa negara asal,

4. Memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal $100 ribu dan kemampuan menutupi biaya pengobatan COVID-19, serta

5. Memiliki bukti pembayaran akomodasi.

Sementara itu, sesuai dengan persyaratan kedatangan, pengunjung:

1. Wajib mengisi Electronic Health Access Card (e-HAC) melalui aplikasi PeduliLindungi Kementerian Kesehatan RI, dan

2. Melaksanakan tes RT-PCR COVID-19 saat kedatangan dengan biaya sendiri dan menginap di penginapan sambil menunggu hasil tes.

“Jika hasilnya negatif, pemudik harus melakukan isolasi mandiri di penginapan yang telah dipesan selama lima hari. Pada malam keempat sejak kedatangan, mereka akan diminta untuk melakukan tes RT-PCR lagi. negatif, mereka akan diizinkan untuk mengakhiri karantina sendiri,” jelas Pandjaitan.

Selain itu, persyaratan karantina juga perlu diterapkan bagi warga negara Indonesia yang berasal dari luar negeri, kata Menkeu. Isolasi mandiri harus dilakukan selama lima hari karena risiko penularan virus semakin rendah setelah hari kelima, tambahnya.

“Kenapa kita menentukan masa karantina menjadi lima hari? Karena masa inkubasi virus 4,8 hari, maka risikonya akan lebih rendah,” tambahnya.

Berita Terkait: Rencana Indonesia untuk mengurangi masa karantina mandiri bagi para pelancong dipuji

Leave A Reply

Your email address will not be published.