Pemerintah alokasikan Rp34,3 triliun untuk tunjangan Idul Fitri

0


Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan daya beli masyarakat.

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp34,3 triliun untuk tunjangan Idul Fitri bagi aparatur sipil negara serta personel TNI dan Polri di seluruh Indonesia tahun ini, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Kebijakan pemberian tunjangan hari raya keagamaan itu diatur dalam APBN 2022,” kata Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Indrawati mengatakan, alokasi anggaran untuk tunjangan hari raya keagamaan telah diakomodasi dalam APBN 2022 dan akan disalurkan melalui kementerian/lembaga pemerintah non kementerian, dana alokasi umum (DAU), dan bendahara umum negara.

Alokasi anggaran tunjangan Idul Fitri yang disalurkan melalui kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian sebesar Rp10,3 triliun untuk aparatur sipil negara, personel TNI dan Polri di lingkungan pemerintah pusat.

Tunjangan Idul Fitri yang disalurkan melalui dana alokasi umum sebesar Rp15 triliun untuk pegawai negeri sipil (PNSD) dan pegawai pemerintah yang direkrut berdasarkan kontrak kerja (PPPK). Tunjangan tersebut dapat ditambah dengan yang diambil dari APBD 2022 sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah.

Berita Terkait: Pemerintah pastikan bonus Idul Fitri bagi aparatur negara dicairkan pada 24 Mei

Sedangkan tunjangan Idul Fitri untuk pensiunan sebesar Rp9 triliun.

Menkeu mengatakan, pemberian tunjangan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada aparatur negara dan pensiunan atas kontribusi dan dedikasinya dalam penanganan pandemi COVID-19 melalui pelayanan publik dan upaya pemulihan ekonomi.

“Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Berita Terkait: Menkeu pastikan pencairan tunjangan Idul Fitri dimulai 10 hari sebelum Idul Fitri

Leave A Reply

Your email address will not be published.