Pemecah rekor Nurul Akmal raih emas di angkat besi putri PON

0


Jayapura, Papua (ANTARA) – Atlet Olimpiade Nurul Akmal mewakili kontingen Aceh meraih medali emas pada cabang olahraga angkat besi kelas +87 kg putri PON XX sekaligus memecahkan rekor nasional angkat besi.

Akmal mencatatkan total angkat 258 kg, terdiri dari 116 kg di angkatan angkat dan 142 kg di angkat bersih dan brengsek.

Angkat besi menyelesaikan tiga angkat angkat dan tiga angkat bersih dan brengsek dengan sempurna. Ia mencatatkan rekor 101 kg, 107 kg, dan 116 kg pada angkatan angkat serta 131 kg, 136, dan 142 kg pada clean and jerk.

Total angkatnya di Olimpiade melampaui rekor pengangkatan pribadinya sebesar 113 kg yang dicapai di Piala Qatar pada 29 Desember 2019, sehingga membuat rekor baru di Pertandingan PON.

Akmal mendominasi cabang olahraga angkat besi putri, mengungguli pesaingnya Riska Oktaviana dan Wuri Hasanah dari Kalimantan Barat, Jihan Syafitri dari Jambi, dan Rena Ilasari dari Riau.

Oktaviana asal Kalbar mengantongi medali perak di cabang angkat besi setelah mencatatkan total angkat 223 kg, dengan 116 kg angkatan merebut dan 142 kg angkat besi.

Tiga pesaing lainnya gagal meraih medali. Jihan Syafitri mencatatkan total 220 kg (snack 93 kg dan clean and jerk 127 kg), sedangkan Wuri Hasanah mencatatkan angkatan 206 kg (snack 96 kg dan clean and jerk 110 kg), dan Rena Ilasari total mengangkat 190 kg (snack 85 kg dan clean and jerk 105 kg).

Setelah mengantongi emas di cabang angkat besi, Akmal mengucapkan terima kasih kepada warga Aceh atas dukungannya dan mempersembahkan medali emasnya untuk mereka.

“Medali emas ini saya persembahkan untuk rakyat Aceh. Terima kasih atas dukungannya yang tak kenal lelah kepada saya,” tegas atlet angkat besi itu.

Berita Terkait: Angkat Besi: Setelah mengumumkan pensiun, Deni berencana untuk kembali ke rumah
Berita Terkait: Lifter Jawa Tengah Permatasari pecahkan rekor nasional
Berita Terkait: Menkeu tegaskan kelancaran pelaksanaan PON Papua selama minggu pertama

Leave A Reply

Your email address will not be published.