Pemda Diminta Percepat Vaksinasi Hingga Desember 2021

0


Pengetatan dilakukan di gereja, tempat perbelan, dan tempat wisata lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah untuk melakukan percepatan penyelenggaraan vaksinasi Covid-19, terutama vaksinasi lansia sampai akhir Desember 2021. Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022.

“Melakukan percepatan target vaksinasi, vaksinasi lansia, sampai akhir Desember 2021,” demikian dikutip dari Inmendagri 62/2021 yang diterima Republika.co.id, Rabu (24/11).

Inmendagri tersebut berlaku selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Kepala daerah diminta untuk mengaktifkan kembali fungsi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di lingkungan masing-masing, baik tingkat provinsi, kabupaten/kota , kecamatan, kelurahan dan desa, serta RT/RW paling lama pada 20 Desember 2021.

Tito menginstruksikan seluruh pemerintah daerah menerapkan protokol yang lebih ketat dengan pendekatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari pembatasan. Pemda juga harus gencar melakukan pengujian, pelacakan, dan perlakuan (3T).

Kepala daerah diminta melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan lainnya, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pengelola hotel, pengelola tempat wisata, pengelola mal, pelaku usaha, serta pihak lain yang dianggap perlu sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah. Dalam rangka pencegahan dan penegakan disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemda melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tiga tempat, yaitu gereja/tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah pada saat upacara Natal, tempat perlengakapan, dan tempat wisata lokal. Pengaturannya sesuai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 3.

Ketentuan PPKM Tingkat 3 pun diterapkan pada acara pernikahan dan acara sejenisnya. Selain itu, pemda meniadakan kegiatan seni budaya dan olahraga mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Pemda diminta menutup semua alun-alun pada 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022. Kemudian, melakukan rekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap dapat menjaga jarak antarpedagang dan pembeli.

Jika masyarakat karena suatu hal yang primer harus melakukan perjalanan keluar daerah, maka pemda mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Lalu melakukan tes PCR atau tes cepat antigen dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah.

Hal tersebut untuk memastikan pelaku perjalanan negatif Covid-19. Sementara, dalam hal penemuan yang positif Covid-19, maka melakukan tindakan mandiri atau tempat yang dibuat pemerintah untuk mencegah penularan dengan waktu penerapan sesuai prosedur kesehatan.

Instansi pelaksana bidang perhubungan dan Satpol PP melakukan peningkatan, pengendalian, pengawasan terhadap pelaku perjalanan pada posko titik pemeriksaan bersama TNI dan Polri selama periode libur Nataru. Seluruh Satpol PP, Satlinmas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Pemadam Kebakaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketentraman dan masyarakat.

juga dalam mencegah dan mengatasi aktivitas berkumpul/kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan (Pusat Perbelanjaan dan restoran), tempat wisata, dan fasilitas ibadah, selama periode Libur Nataru. Lakukan antisipasi terhadap kondisi cuaca yang berpotensi terjadinya bencana alam (banjir, gempa, tanah longsor, dan gunung meletus) pada Desember 2021 dan Januari 2022.



Leave A Reply

Your email address will not be published.