Pembukaan kembali sekolah jawaban untuk masalah pendidikan di tengah pandemi: kementerian

0


Parigi Moutong, Sulawesi Tenggara (ANTARA) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengatakan keputusan penerapan sekolah tatap muka diambil untuk menjawab persoalan seputar pendidikan yang muncul di tengah pandemi COVID-19. .

“Selain masalah kesehatan, pandemi COVID-19 juga berdampak pada sektor pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini, keputusan bersama empat menteri menginstruksikan kegiatan sekolah tatap muka offline segera dimulai,” kata direktur pendidikan dasar kementerian, Sri Wahyuningsih, demikian disampaikan dalam acara konsultasi pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tenggara, Sabtu.

Sekolah luring hanya diperbolehkan di daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Level 1, 2, dan 3, dan hanya guru yang divaksinasi yang diizinkan untuk mengikuti pembukaan kembali sekolah, tegasnya.

Dengan penurunan kasus COVID-19 baru-baru ini di Indonesia, kementerian telah mendesak administrator sekolah yang dibuka kembali untuk tetap waspada dan menegakkan protokol kesehatan secara ketat, kata direktur.

“Dari pemeriksaan kami, kami menemukan banyak kasus sekolah di mana siswa tidak mematuhi protokol kesehatan. Kehadiran guru untuk mengingatkan siswa sangat penting karena vaksinasi tidak dapat sepenuhnya melindungi tubuh kita dari infeksi virus,” tegas Wahyuningsih.

Berita Terkait: Siswa kembali ke sekolah dengan protokol kesehatan yang ketat

Dia menggarisbawahi perlunya penegakan protokol kesehatan yang ketat untuk memastikan kegiatan sekolah yang aman dan nyaman dan untuk mencegah sekolah yang dibuka kembali berubah menjadi klaster infeksi COVID-19.

“Kita tidak boleh berpuas diri dengan penurunan kasus COVID-19 belakangan ini, dan kita harus tetap waspada untuk mencegah penularan di sekolah,” kata Wahyuningsih.

Selain sekolah offline, guru dan siswa harus terus memanfaatkan teknologi informasi untuk kegiatan kelas dan tidak mengabaikan sistem pembelajaran jarak jauh yang telah berlangsung selama lebih dari setahun, saran direktur.

“Kami berharap pelaksanaan pembukaan kembali SD secara nasional lancar dan tidak terjadi klaster penularan COVID-19 di sekolah yang dibuka kembali,” ujarnya.

Berita Terkait: Sekolah harus menghentikan pembelajaran offline jika kasus COVID terdeteksi: Adisasmito
Berita Terkait: Jakarta: Tidak ada kasus COVID-19 yang terdeteksi di 610 sekolah yang dibuka kembali

Leave A Reply

Your email address will not be published.