Pembangunan Bandara di Papua, Papua Barat Maju: Menteri

0


Jakarta (ANTARA) – Pembangunan beberapa bandara di Provinsi Papua dan Papua Barat terus mengalami kemajuan meski di tengah pandemi COVID-19, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan.

Sebelumnya, Menteri Sumadi, Menteri Penanaman Modal dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dan pejabat daerah lainnya telah mengunjungi dua lokasi pembangunan bandara di Siboru, Kabupaten Fak-Fak, dan Rendani, Kabupaten Manokwari, di Papua Barat. pada hari Jumat.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kami untuk mempercepat proyek pembangunan bandara di provinsi Papua dan Papua Barat, dan untuk mempercepat pembangunan daerah; kami memutuskan untuk membangun bandara di wilayah Siboru. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan bandara, meskipun kami perlu memeras lebih banyak karena medan yang sulit di lokasi pembangunan,” kata Sumadi di Jakarta, Jumat.

Sumadi menjelaskan pembangunan Bandara Siboru sudah mencapai 30%. Pembangunan bandara dimulai pada 2020, katanya.

Setelah selesai, Bandara ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan konektivitas di wilayah Papua Barat, tambahnya.

Berita Terkait: Perluasan tiga bandara W Papua mulai tahun 2020

Bandara Siboru sedang dikembangkan untuk melengkapi Bandara Torea yang ada, juga di Fak-Fak, yang tidak dapat menampung pesawat yang lebih besar karena landasan pacu bandara hanya sepanjang 1.400 m, katanya.

“Kami berharap Bandara Siboru yang baru dapat meningkatkan konektivitas, serta kegiatan ekonomi dan pariwisata dari dan ke kawasan Fak-Fak,” kata Sumadi.

Selain Bandara Siboru, para menteri dan pejabat pemerintah juga mengunjungi lokasi pembangunan Bandara Rendani di Manokwari, Papua Barat.

Saat ini sedang dibangun box culvert di bandara, dan akses jalan dan jembatan ke bandara sedang dikembangkan, kata Sumadi.

Landasan pacu bandara akan diperpanjang menjadi 2.300 m dari panjang saat ini 2.000 m untuk memungkinkan pesawat yang lebih besar mendarat di Rendani, tambahnya.

“Kami berharap bandara baru ini akan mempercepat perekonomian daerah dan pariwisata, serta meningkatkan konektivitas udara antar daerah,” kata Sumadi.

Dia menegaskan kementerian juga sedang mengembangkan bandara baru untuk provinsi Papua dan Papua Barat di wilayah Nabire, Anggi, Illaga, dan Ewer. (

Berita Terkait: Bandara baru akan dibangun di Tambrauw, Papua Barat

Leave A Reply

Your email address will not be published.