Pejabat PBB: Rusia Mungkin Sudah Lakukan Serangan Perang di Ukraina

0


Rusia bisa jadi telah melakukan kejahatan perang dengan membunuhi warga sipil.

REPUBLIKA.CO.ID,JENEWA – Rusia bisa jadi telah melakukan kejahatan perang dengan membunuh warga sipil dan menghancurkan rumah sakit di kota-kota Ukraina. Demikian kata pejabat tinggi HAM PBB saat mengeluarkan kecaman paling keras atas konflik tersebut, Rabu (30/3/2022).

Ketika berbicara di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Komisioner Tinggi Michelle Bachelet mendesak Rusia pendekatan invasi mereka. “Rumah dan gedung-gedung pemerintah, rumah sakit dan sekolah, fasilitas pasokan air, dan sistem kelistrikan tidak luput,” katanya.

“Serangan membabi buta dilarang dalam hukum kemanusiaan internasional dan sama saja dengan kejahatan perang,” tambahnya.

Bachelet mengaku, kantornya menerima laporan kredibel yang mengungkapkan pasukan Rusia menggunakan bom klaster di daerah penduduk setidaknya 24 kali. Kantornya juga diduga penggunaan bom klaster oleh Ukraina.

Rusia menggunakan senjata semacam itu atau menargetkan warga sipil sejak apa yang disebutnya sebagai “operasi khusus”, untuk melucuti senjata dan menghilangkan pengaruhi Nazi di negara tetangganya, diluncurkan pada 24 Februari. Bachelet mengatakan bahwa kantornya, yang menerjunkan hampir 60 pemantau PBB di Ukraina, telah memverifikasi 77 insiden hancurnya fasilitas medis, termasuk 50 rumah sakit.


Segudang Tudingan

Utusan HAM Amerika Serikat Michele Taylor mengaku dirinya merasa sangat khawatir atas sejumlah laporan yang dilakukan pasukan Rusia, termasuk sedikitnya tiga wali kota dan pemulangan paksa warga sipil. “Sudah jelas bahwa Presiden Putin ingin sekali meluluhlantakkan kota-kota Ukraina,” kata Duta Besar Inggris Simon Manley menambahkan.

Dalam bicaranya, Bachelet juga menyampaikan presentasi di atas video yang beredar di media sosial yang menggelar interogasi tawanan perang oleh pasukan Ukraina dan Rusia. Sekretaris pertama pada misi Rusia untuk PBB di Jenewa Yaroslav Eremin menuding pasukan Ukraina melakukan pelanggaran.

Ia menuduh negara itu telah menyiksa tahanan, memanfaatkan warga sebagai tameng di Mariupol, dan membunuh 21 warga sipil dengan bom klaster di Donetsk. “Menurut tayangan yang beredar di publik, warga Rusia yang tak bersenjata ditembak di bagian tempurung lutut, kepala mereka dibungkus dengan tas plastik dan beberapa di antaranya tidak sadarkan diri,” katanya.

“Semua aksi keji terhadap warga sipil ini dilakukan dengan menggunakan senjata yang dipasok dari negara-negara Barat,” imbuh Bachelet.

sumber : Reuters



Leave A Reply

Your email address will not be published.