PBB Tegur Keras Iran Karena Halangi Pengawasan Nuklir

0


Amerika Serikat mendesak Iran buka akses nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH— Iran menghadapi teguran keras dari pengawas PBB karena menghalangi akses inspeksi ke bengkel yang membuat peralatan untuk pengayaan uranium.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan telah ditolak untuk memeriksa kompleks TESA Karaj yang memang dibutuhkan.

Adapun Iran mengklaim bahwa situs itu tidak tercakup dalam perjanjian untuk menjanjikan dan melayani kamera pemantau.

Kompleks tersebut membuat komponen untuk sentrifugal, dan terkena serangan sabotase pada bulan Juni di mana salah satu dari empat kamera IAEA di sana hancur. Iran menghapusnya dan rekaman kamera yang hilang.

DIlansir dari Berita Arab, Selasa (28/9), Amerika Serikat mengatakan Iran harus mengizinkan akses langsung ke situs itu atau menghadapi pembalasan yang diperlukan oleh dewan gubernur badan itu dalam beberapa hari.

“Kami meminta Iran untuk IAEA akses yang dibutuhkan tanpa tertunda lebih lanjut,” kata Louis Bono, perwakilan Amerika Serikat di badan tersebut.

“Jika Iran gagal melakukannya, kami akan berjanji dengan anggota dewan lainnya dalam beberapa hari mendatang tentang yang tepat,”

Resolusi IAEA yang mengkritik Iran ini dan memperkecil kemungkinan untuk melanjutkan pembicaraan yang memungkinkan menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan Iran berusaha untuk mendominasi Timur Tengah di bawah “payung nuklir” dan mendesak upaya internasional untuk mengakhiri kegiatan nuklirnya.

“Program senjata nuklir Iran telah mencapai titik kritis, dan begitu pula toleransi kita. Kata-kata tidak berhenti mesin sentrifugal untuk berputar,” kata Bennett kepada Majelis Umum PBB.

“Program ini berada pada titik kritis. Semua garis merah telah dilewati, diabaikan. Mereka lolos begitu saja. Tapi jika kita mengarahkan kepala kita untuk itu, jika kita serius untuk menyelesaikannya, jika kita menggunakan akal kita, kita bisa menang,” tambahnya.



Leave A Reply

Your email address will not be published.