PBB Desak Penyelidikan Atas Kematian Eks Menteri Venezuela

0


Eks menteri Venzuela Raul Baduel dikenal sebagai pembangkang dan jadi tahanan politik

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA — Kantor hak asasi manusia PBB mendesak Venezuela untuk melakukan untuk mandiri atas kematian mantan menteri Raul Baduel di penjara. Baduel yang dikenal sebagai seorang pembangkang terkemuka yang dianggap sebagai tahanan politik oleh oposisi Venezuela.

“Kamiwenang Venezuela untuk memastikan penyelidikan independen, mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin akses perawatan kesehatan bagi para tahanan, mempertimbangkan langkah-langkah alternatif tersingkir, dan pengawasan semua yang ditahan secara sewenang-wenang,” ujar Tinggi PBB untuk Asasi Manusia Michelle Bachelet dilansir Aljazirah, Kamis (14/10).

Baduel ditangkap pada 2009 atas tuduhan korupsi setelah berselisih dengan Partai Sosialis. Dia akhirnya ditempatkan dalam tahanan rumah dan kemudian dijebloskan ke penjara pada 2017 karena diduga berkonspirasi melawan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dua putra Baduel juga ditangkap di atas dugaan dugaan korupsi.

Baduel merupakan seorang pensiunan jenderal dan pertahanan sebagai pertahanan pertahanan Venezuela di bawah Presiden Hugo Chavez. Namun hubungan keduanya kemudian setelah Baduel dan reformasi konstitusi yang diusulkan oleh Chavez.

Jaksa Agung Venezuela Tarek Saab pada Selasa (12/10) mengumumkan kematian Baduel. Jaksa mengatakan Baduel meninggal akibat terinfeksi virus corona. Saab tidak menjelaskan apakah Baduel meninggal dunia ketika dirawat di rumah sakit atau di penjara. Baduel telah ditahan di sebuah penjara polisi intelijen Sebin.

“Kami menyesalkan kematian Raul Isaias Baduel karena gagal jantung-pernapasan akibat infeksi Covid-19, dia menerima perawatan medis yang sesuai dan telah mendapatkan vaksin dosis pertama,” kata Saab.

Keluarga Baduel menjelaskan mereka mengetahui kematiannya melalui Twitter. Istri Baduel, Cruz Zambrano de Baduel, mengaku belum mendapatkan telepon dari pihak tersebut untuk memastikan kematian suaminya.

ā€œSaya belum menerima telepon dari siapa pun di pemerintahan,ā€ ujar Cruz Zambrano de Baduel kepada saluran internet EVTV.

Cruz Zambrano de Baduel mengatakan terakhir kali bertemu dengan suaminya sekitar empat pekan lalu. Dia tidak yakin tertular Covid-19. Sementara kelompok hak asasi manusia menyalahkan pemerintah atas kematian Baduel.

“Dengan kematian Raul Isaias Baduel, berarti ada sepuluh tahanan politik yang meninggal dalam tahanan. Tanggung jawab atas kehidupan dan kesehatan setiap tahanan berada pada negara,” ujar pengacara Foro Penal, organisasi hak asasi yang menyediakan bantuan hukum, Gonzalo Himiob.



Leave A Reply

Your email address will not be published.