Nilai ekonomi syariah Indonesia terus tumbuh: KNEKS

0


Pemerintah telah melihat perkembangan industri halal, sesuatu yang memiliki potensi besar dari sudut pandang ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Ekonomi syariah di Indonesia akan berkembang dan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk dan layanan berbasis syariah, menurut Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

“Pemerintah telah melihat perkembangan industri halal, sesuatu yang memiliki potensi besar dari sisi ekonomi,” kata Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo di Forum Merdeka Barat yang diakses online dari Jakarta, Senin.

Menurut Rahardjo, penggunaan produk dan layanan syariah telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial yang merupakan segmen penduduk terbesar di tanah air.

Namun, saat ini Indonesia masih sebatas menjadi konsumen produk industri halal yang ada, ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah serius mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dan telah menunjukkan komitmen tersebut dengan mendirikan KNEK.

Rahardjo menyebutkan beberapa fokus area pengembangan ekonomi dan keuangan syariah: pengembangan industri halal, pengembangan layanan keuangan sosial syariah, dan pengembangan pengusaha atau pelaku usaha di sektor ekonomi syariah.

Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia akan menjadi ekosistem di mana para pemangku kepentingan saling terintegrasi, katanya.

Selain itu, pemerintah sedang membangun infrastruktur yang dapat mendukung perkembangan industri syariah di Indonesia, tambahnya.

“Kami berdiskusi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dukungan BRIN luar biasa dalam upaya membangun laboratorium halal khusus yang akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat ini,” kata Rahardjo.

Laboratorium halal akan membuat produk halal untuk berbagai barang yang saat ini diproduksi tanpa menggunakan bahan baku halal, seperti vaksin, obat-obatan, atau kosmetik, tambahnya.

Selain jasa keuangan syariah, saat ini Indonesia juga memiliki bank syariah besar yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dibentuk dari bank syariah dan anak perusahaan perbankan milik negara, kata Rahardjo.

Dengan adanya BSI yang masuk dalam 10 besar bank syariah dunia, maka layanan keuangan syariah juga akan berkembang, ia memproyeksikan.

Ia juga mengungkapkan strategi yang diambil pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri syariah berbasis ekonomi digital agar berdaya saing. Ditambahkannya, berbagai produk berupa barang dan jasa syariah akan lebih mudah diakses melalui marketplace yang ada.

Berita Terkait: Digitalisasi Bisa Perkuat Daya Saing Ekonomi Syariah: KNEKS
Berita Terkait: UMKM halal membutuhkan dukungan kuat untuk meningkatkan pasar ekspor: VP
Berita Terkait: Kebutuhan ekonomi syariah masa depan: ekonom

Leave A Reply

Your email address will not be published.