MPR berharap Ramadhan bisa menjadi momentum untuk bangkit bersama

0


Di Ramadhan tahun ini, ketika penyebaran COVID-19 sudah mulai terkendali, kita harus bahu membahu bangkit dari dampak pandemi.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat berharap Ramadhan bisa menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk bangkit bersama setelah terdampak pandemi COVID-19 dengan meningkatkan empati satu sama lain.

“Pada Ramadhan tahun ini, ketika penyebaran COVID-19 mulai terkendali, kita harus bahu membahu bangkit dari dampak pandemi,” kata Moerdijat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

Moerdijat mencermati berbagai ancaman serius yang dihadapi bangsa Indonesia mulai dari stunting dan kekerasan seksual pada masa kanak-kanak hingga sistem pendidikan nasional yang masih belum dapat sepenuhnya beradaptasi dengan perkembangan saat ini.

Oleh karena itu, pemerintah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi ancaman tersebut, katanya.

Berita Terkait: BUMN harus menegakkan protokol kesehatan yang ketat selama mudik Lebaran

“Misalnya pembahasan RUU Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Saat ini masih dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah, yang perlu komitmen kuat dari semua pihak untuk direalisasikan, ” tunjuknya.

Moerdijat juga mencatat bahwa penanganan stunting dan pengembangan sistem pendidikan nasional harus disikapi dengan langkah terukur.

Wakil Ketua MPR berharap selama bulan suci Ramadhan, segala upaya yang ditujukan untuk membangun generasi penerus bangsa yang tangguh segera dilakukan untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik.

Berita Terkait: Momentum Ramadhan untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19: Menteri

Jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan empati kita kepada sesama, sehingga negara ini bisa bangkit dari dampak pandemi, ujarnya.

Menurut Moerdijat, semangat empati dan berbagi serta kepatuhan masyarakat untuk berbuat kebaikan yang tumbuh selama Ramadhan dapat membantu mengatasi beberapa masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Mudah-mudahan bangsa ini menjadi bangsa yang berdaya saing,” tandasnya.

Berita Terkait: G20 JFHTF akan menyusun rencana aksi kesiapsiagaan dan tanggap pandemi

Berita Terkait: AS sumbangkan 35,8 juta dosis vaksin COVID-19 ke Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.