Menteri Plate berharap Indonesia segera memiliki decacorn lagi

0


Ketahanan ekonomi digital tercermin dari meningkatnya pendanaan sejumlah startup di Indonesia, dimana hingga saat ini Indonesia baru memiliki satu decacorn yaitu Gojek. Dan mudah-mudahan, akan memiliki yang lain segera

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate berharap Indonesia segera memiliki decacorn lagi, sebuah start-up dengan valuasi lebih dari US$10 miliar.

“Ketahanan ekonomi digital tercermin dari meningkatnya pendanaan sejumlah startup di Indonesia, dimana sampai saat ini Indonesia baru memiliki satu decacorn yaitu Gojek. Dan semoga segera ada lagi,” kata Plate dalam keterangan pers yang dirilis di Rabu.

Indonesia saat ini memiliki tujuh unicorn—Tokopedia, Traveloka, OVO, Bukalapak, J&T Express, OnlinePajak, Xendit, dan Ajaib.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Google, Temasek, dan Bain pada tahun 2020, startup digital mendapat dorongan selama pandemi karena peningkatan jumlah orang yang menggunakan layanan digital.

Berita Terkait: Indonesia berupaya mengoptimalkan produktivitas ekonomi digital

“Jumlah pengguna internet mencapai 202,6 juta orang per Januari 2021. Selain itu, pengguna layanan digital di Indonesia juga mengalami pertumbuhan 37 persen selama pandemi COVID-19,” kata Plate.

Dalam skala global dan nasional, inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dipercepat akibat pandemi, kata menteri.

Berdasarkan data United Nations Conference on Trade and Development pada 2021, bandwidth internet global tumbuh 35 persen pada 2020, menjadi peningkatan penggunaan internet terbesar sejak 2013, tambahnya.

Berita Terkait: Memberikan stimulus strategis untuk meningkatkan kualitas talenta digital: Plate

“Dengan trafik data bulanan secara global diprediksi akan terus meningkat menjadi 780 exabytes (EB) pada tahun 2026. Dengan demikian, adopsi teknologi digital telah menjadi bagian dari kemajuan dalam kehidupan dan aktivitas masyarakat, termasuk perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Indonesia,” ujarnya.

Menurut Plate, kolaborasi antara startup Indonesia seperti Gojek dan Tokopedia telah didorong untuk konsolidasi platform e-commerce. Upaya kolaboratif tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional, ujarnya.

“Dengan potensi kebangkitan dan ketahanan tersebut, diperkirakan valuasi ekonomi digital Indonesia ke depan akan terus meningkat, mencapai US$124 miliar pada 2025 dan US$315,5 miliar pada 2030,” menginformasikan.

Sektor jasa keuangan digital (fintech) juga memiliki peran penting di masyarakat, ujarnya.

Untuk mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerapkan tiga kebijakan: pemerataan pembangunan infrastruktur digital, tata kelola ekosistem digital, dan talenta digital, tambahnya.

“Kebijakan ekosistem digital dari hulu hingga hilir dilaksanakan agar masyarakat Indonesia dapat bersama-sama mengembangkan ekosistem digital yang inklusif, bermanfaat, aman, berkeadilan, dan tidak meninggalkan siapa pun,” kata Plate.

Berita Terkait: Pemerintah terus memperkuat kontrol terhadap COVID-19 di tengah penurunan kasus

Berita Terkait: Kenormalan kembali aktivitas 84 persen UMKM: Menteri

Leave A Reply

Your email address will not be published.