Menpora kunjungi pasar wanita Papua lihat dampak PON

0


Pasar dan lelang adalah bukti nyata.

Jayapura, Papua (ANTARA) – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengunjungi seorang perempuan Papua (biasa disebut ‘mama-mama Papua‘) pasar tradisional dan mengikuti lelang kopi asli Papua di Jayapura.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat dampak Pekan Olahraga Nasional Papua (PON) XX terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

“Pasar dan lelang tradisional menunjukkan bahwa pelaksanaan PON memiliki dampak ekonomi yang nyata di Jayapura serta Papua lainnya,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Minggu.

Di pasaran, beberapa produk asli Papua dikemas secara modern untuk dilelang di hadapan menteri dan beberapa pejabat pemerintah Papua.

Berita Terkait: PON Tingkatkan Penjualan Batik Tradisional Papua

Amali berhasil memenangkan lelang untuk mendapatkan kopi Arabika asli Papua dan kopi Tiom seharga Rp1,6 juta.

“Sesuai dengan harapan kami PON harus sukses dalam hal pencapaian event, pelaksanaan, administrasi, dan kebangkitan kegiatan ekonomi masyarakat. Hasilnya sudah bisa kita lihat hari ini. Pasar dan lelang adalah bukti nyatanya. ,” dia menambahkan.

Dalam kunjungan tersebut, Menkeu didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Omah Laduani Ladamay; dan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Chandra Bhakti.

Sementara itu, para pedagang setempat mengaku senang dengan terselenggaranya perhelatan olahraga nasional di Negeri Cendrawasih (‘Bumi Cendrawasih‘ – gelar untuk Papua) karena mampu meningkatkan pendapatan mereka.

“Penjualan kami meningkat dua kali lipat berkat penyelenggaraan PON Papua,XX” ujar Hasme, seorang penjual di Pasar Hamadi, Kota Jayapura.
Berita Terkait: PON akan tingkatkan ekonomi Papua: resmi
Berita Terkait: Kemenpar berharap PON XX bisa menghidupkan kembali sektor pariwisata

Leave A Reply

Your email address will not be published.