Menkop UKM apresiasi program #KotaMasaDepan Percepat Digitalisasi UMKM

0



Jakarta (ANTARA) – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengapresiasi kolaborasi Grab, Emtek, dan Bukalapak dalam program #KotaMasaDepan untuk mendorong upaya percepatan digitalisasi dan membantu kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi festival setinggi-tingginya UMKM #KotaMasaDepan yang digelar di berbagai kota. Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa dari Grab, Emtek, dan Bukalapak,” kata Teten dalam sambutannya di acara peresmian #KotaMasaDepan secara virtual, Kamis.

Teten melanjutkan, Presiden Joko Widodo menyampaikan amanat hadir bahwa UMKM di ekosistem digital sangat penting agar mereka dapat bertahan di tengah pandemi serta memiliki daya saing di tingkat global.

Baca juga: Gojek bagikan bantuan belanja Rp25 miliar untuk mitra driver aktif

Baca juga: Survei RISED ungkap pola kemitraan ojol dan perusahaan berjalan baik

Oleh karena itu, kata Teten, saat ini pemerintah tengah berupaya mewujudkan 30 juta UMKM dapat terhubung dalam platform digital pada tahun 2024.

“Sehingga, pendekatan secara ekosistem, serta kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan manfaat yang besar,” tambahnya.

Teten juga berharap, melalui kolaborasi dengan Grab, Emtek, dan Bukalapak dalam program #KotaMadaDepan, dapat melahirkan inovasi baru dalam mendorong kemajuan UMKM di masa depan.

Teten kemudian mengimbau para pelaku UMKM untuk memanfaatkan program #KotaMasaDepan dengan baik agar dapat terus mengembangkan usaha mereka.

“Manfaatkan kesempatan baik ini untuk terus bergerak mengembangkan kapasitas dan bertransformasi dalam ekosistem digital,” kata Teten.

Program #KotaMasaDepan yang diinisiasi oleh Grab, Emtek, dan Bukalapak, akan diselenggarakan di kota-kota kecil di Indonesia. County Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, Kupang menjadi kota pertama penyelenggaraan program tersebut dan akan berlanjut secara bertahap di Solo, Gowa, Malang, dan Pekanbaru hingga akhir Desember 2021, dengan target 10 ribu UMKM.

Tiga prioritas utama dalam program #KotaMasaDepan, kata Neneng, adalah vaksinasi terhadap para pelaku UMKM, adopsi platform digital, dan pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha melalui teknologi digital.

Baca juga: Program resmikan Grab, Emtek, dan Bukalapak #KotaMasaDepan

Baca juga: Digitalisasi UMKM di kota kecil membantu kontribusi perekonomian nasional

Baca juga: Grab pangkas tinjauan penuh, sebut merger SPAC sesuai rencana

Pewarta: Suci Nurhaliza
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Leave A Reply

Your email address will not be published.