Menko PMK dorong UMM atasi kemiskinan spiritual-material bangsa

0



Mereka merasa baik-baik saja, padahal orang lain melihat dirinya sudah melampaui batas dan tidak wajar

Malang (ANTARA) – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan spiritual dan material bangsa.

“Kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua tipe, yakni miskin material dan miskin diketahui. Keduanya memiliki perbedaan yang dapat dikenali,” katanya saat menghadiri Tadarus Ramadhan UMM seperti dikutip dalam rilis yang diterima di Malang, Jawa Timur, Rabu.

Menurut dia, selain ada sebagian masyarakat yang bergelut dengan kemiskinan material, banyak juga orang kaya yang saat ini mengalami kemiskinan spiritual.

Hal itu bisa dilihat dan berefek pada perilaku yang ditampakkan sehari-hari. Tidak hanya terlihat pada pribadi, namun juga terjadi kepada masyarakat.

Menurut dia, kemiskinan harta benda itu sulit diatasi. Namun, menanggulangi kemiskinan rohani lebih rumit lagi. Banyak orang yang cepat sadar dan mengaku bahwa dirinya miskin material. Bahkan, banyak yang mengaku miskin ketika mendapat bantuan sosial (bansos) yang dihadirkan. Berbeda dengan kesadaran spiritual yang sulit muncul di benak manusia.

“Mereka merasa baik-baik saja, padahal orang lain melihat dirinya sudah melampaui batas dan tidak wajar. perilaku sombong, kikir, serakah, maksiat kerap kali ditunjukkan. Bahkan, mereka sebenarnya sudah sadar, namun malah berbangga diri dengan sikap buruk yang dilakukan,” ucapnya.

Baca juga: Menko PMK-Menhub cek kesiapan angkutan Lebaran di Stasiun Pasar Senen

Oleh karena itu, Muhadjir mendorong Muhammadiyah khususnya UMM untuk dapat mengatasi dan menjangkau keduanya, baik kemiskinan maupun materi.

Misalnya, dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta lainnya bisa perlahan mengikis kemiskinan spiritual, sedangkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat memberi solusi akan masalah kemiskinan.

Ia menilai Muhammadiyah telah lama berjuang mengentaskan kemiskinan, baik melalui pemberdayaan maupun penyadaran spiritualitas. Keberpihakan terhadap orang miskin, anak yatim, dan kaum pinggiran juga sesuai dengan teologi Al-Maun Muhammadiyah.

“Semoga di Ramadhan ini kita dapat dijauhkan dari sifat-sifat iri, dengki, culas dan perilaku buruk lainnya, bulan suci ini juga dapat dijadikan sebagai momen perbaikan untuk memperbaiki diri di kemudian hari,” katanya.

Rektor UMM Dr Fauzan mengatakan rangkaian agenda yang disiapkan dalam rangka meningkatkan kesadaran, khususnya kesadaran bahwa para civitas akademika adalah makhluk Allah SWT.

“Saya yakin dosen dan karyawan ‘Kampus Putih’ ini memiliki niat untuk menjadi orang baik. Maka, saya rasa Ramadhan adalah momen dan kesempatan yang tepat menambah yang sudah dilakukan dan mengubah hal-hal yang kurang baik,” ucapnya.

Baca juga: Presiden angka permintaan COVID-19 dipertahankan atau membaik usai Lebaran
Baca juga: UMM masuk 23 universitas terbaik Asia


Baca juga: Menko PMK dorong wisudawan UMM taklukkan era perangkat lunak 2.0

Pewarta: Endang Sukarelawati
Redaktur: M. Hari Atmoko
HAK CIPTA © ANTARA 2022

Leave A Reply

Your email address will not be published.