Menjaga sumber daya manusia dan alam merupakan kunci pariwisata berkelanjutan

0


Jakarta (ANTARA) – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan, menjaga sumber daya manusia dan alam serta menjamin kesejahteraan masyarakat Bali menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pariwisata di pulau itu.

Pada webinar 2nd Planet Tourism Indonesia 2021 – ‘Beyond Recovery, Towards Sustainability’, Rabu, Sukawati mengatakan bahwa setiap tempat wisata harus menjaga aspek-aspek tertentu untuk pariwisata berkelanjutan. Dia mencontohkan Singapura yang memiliki teknologi sebagai daya tarik wisata atau nilai jual utama, sedangkan Bali lebih menyukai budaya. Oleh karena itu, budaya harus tetap dipertahankan.

“Ini yang harus kita pegang. Bagaimana (membuatnya), agar pariwisata berkelanjutan tidak keluar dari konsep. Kalau kita ingin mempertahankan budaya sebagai daya tarik Bali, unsur manusia dan alamnya harus dilestarikan. ,” komentarnya.

Berita Terkait: Aplikasi PeduliLindungi membantu Bali menyiapkan pariwisata: PT Telkom

Kunci penting lainnya adalah memastikan kesejahteraan masyarakat Bali terjamin melalui pariwisata berkelanjutan. Ia meyakini bahwa masyarakat Bali tidak hanya ingin dianggap sebagai objek wisata di pulau yang populer tetapi juga subjek, yang ikut mempromosikan pariwisata di tempat mereka sendiri.

Jika kesejahteraan masyarakat terabaikan, ia khawatir akan timbul masalah-masalah kecil yang dapat menimbulkan krisis sosial dan kecemburuan. Masalah-masalah ini akan mempersulit pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku pariwisata dan pihak terkait untuk merefleksikan apakah industri pariwisata saat ini berpihak pada alam dan memberikan ruang bagi masyarakat Bali untuk berkiprah di tempat wisatanya sendiri.

Berita Terkait: Bali siapkan 363 pusat isolasi COVID-19 dengan 5.547 tempat tidur

Ia juga mengimbau para pelaku pariwisata memanfaatkan digitalisasi semaksimal mungkin untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Meskipun turis tidak hadir secara fisik di Bali, ekonomi dapat terus berjalan berkat Internet. Ia mengungkapkan, program “Beli Bali” (Beli Bali) yang merupakan kerja sama antara Provinsi Bali dan Jawa Barat telah membuahkan hasil yang positif.

“Beberapa hari yang lalu saya dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil meluncurkan platform digital untuk menjual produk khas Bali kepada PNS di Jabar,” ujarnya.

Berita Terkait: Kawasan komersial Pelabuhan Benoa hanya untuk pengusaha lokal, produk:

Hanya dalam beberapa hari, transaksi senilai hampir Rp500 juta (sekitar US$35 ribu) tercatat dari penjualan kerajinan Bali di Jawa Barat, katanya.

“Hal ini menunjukkan bahwa transaksi dapat berlangsung meskipun pembeli tidak berada di Bali, dan dengan platform (digital) mereka dapat memilih produk yang diinginkan dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Berita Terkait: Menteri Makarim menganggap program studi di PMN penting

Berita Terkait: Indonesia Harus Berusaha Jadi Produsen Halal Utama: Menteri

Leave A Reply

Your email address will not be published.