Malaysia akan Batasi Pekerja Asing Maksimal 15 Persen

0


Industri perlu meningkatkan otomatisasi dan mekanisasi dalam proses produksi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR — Pemerintah Malaysia akan membatasi jumlah pekerja asing maksimal 15 persen dari seluruh jumlah tenaga kerja di negara tersebut.

Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengatakan hal itu saat menyampaikan Rencana Malaysia ke-12 di Gedung Parlemen, Kuala Lumpur, Senin (27/9). Ismail juga mengatakan penegakan hukum terkait pekerja asing akan meningkatkan lagi untuk mendukung kebijakan tersebut.

“Pandemi Covid-19 telah memberi dampak kepada beberapa sektor ekonomi, yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pekerja asing, terutama konstruksi dan perkebunan akibat penghentian sementara pengambilan pekerja asing,”.

Dia menambahkan untuk mengatasi masalah itu industri perlu meningkatkan otomatisasi dan mekanisasi dalam proses produksi. “Pemerintah juga akan memastikan lebih banyak pekerjaan yang berkemahiran tinggi diwujudkan untuk rakyat Rencana Malaysia ke-12 melalui pelaksanaan beberapa inisiatif di acara menarik lebih banyak investor baru dengan teknologi tinggi,” kata dia.

Selain itu, kata Ismail, dengan musik otomatisasi dan mekanisasi, dibutuhkan pekerja asing dan memperkukuh kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan. Politikus UMNO itu mengatakan Rencana Strategi Pemasaran Pascasarjana 2021-2025 diperkenalkan untuk mengatasi masalah ketidaksesuaian di pasar tenaga kerja. Selain itu, Rencana Strategi Penciptaan Lapangan Kerja 2021-2023 akan diperkenalkan untuk memungkinkan negara menyediakan tenaga kerja yang tangguh dan terampil yang dibutuhkan oleh industri.

sumber : Antara



Leave A Reply

Your email address will not be published.