Luncurkan Platform Pendidikan, Pintar Dorong Pemberdayaan Angkatan Kerja Indonesia

0


Menurut penelitian LIPI, 4,6 persen tenaga kerja Indonesia berpendidikan rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Pintar Pemenang Asia resmi diluncurkan Pintar, sebuah platform pengembangan diri yang merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberdayakan angkatan kerja Indonesia lewat akses belajar tanpa kenal usia. Berubahnya dunia kerja seiring perkembangan teknologi menyebabkan adanya kesenjangan antara permintaan dan penawaran di pasar tenaga kerja. Pintar pun berusaha hadir untuk menutup celah tersebut lewat tiga lini produk yang terintegrasi dalam satu platform yaitu Kursus, Kuliah, dan Korporasi.


CEO Pintar Ray Pulungan, menyatakan, event rebranding ini mempertegas misi pintar untuk membuka akses kepada pendidikan berkualitas di era digital sebagai bagian dari proses pembangunan ekonomi yang inklusif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.


“Kami yakin bahwa pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri tidak hanya membuka peluang bagi pembelajar, tetapi juga bagi keluarganya, komunitasnya, serta organisasi di mana dia menyumbangkan waktu, pikiran, dan tenaganya,” kata Ray Pulungan, Selasa (17/5/2022). ).


Pendidikan yang ditawarkan oleh Pintar tidak hanya berupa pendidikan formal tetapi pendidikan yang dinamis dan peka terhadap perubahan zaman.


“Pendidikan ini sesuatu yang tidak mengenal ruang dan waktu. Ini yang kami perjuangkan di Pintar. Pintar hadir untuk memberikan kesempatan yang setara bagi setiap pembelajar di produktif. Kami di Pintar ingin memberdayakan angkatan kerja lewat akses pendidikan tanpa kenal usia. Pintar, belajar seumur hidup,” kata Kepala Pembelajaran Pintar Rahmat Gunawan.


Acara soft launching Pintar ini diikuti oleh diskusi online bertajuk “Empowering Indonesia’s Workforce through Upskilling” yang menghadirkan Chair of B20 Indonesia 2022 sekaligus Wakil Ketua Kadin Indonesia dan CEO Sintesa Group Shinta Kamdani sebagai keynote speaker serta Incoming Dean for School of Professional Studies Shankar Prasad dan Vice President Samator Group Imelda Harsono sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Presenter Berita sekaligus Founder Yayasan Bangun Sekolah Maria Harfanti.


Chair of B20 Indonesia 2022 sekaligus Wakil Ketua Kadin Indonesia dan CEO Sintesa Group Shinta Kamdani memaparkan permasalahan ketidaksesuaian (ketidaksesuaian) antara supply dan demand tenaga kerja di Indonesia.


“Menurut penelitian LIPI, 4,6 persen tenaga kerja Indonesia undereducated, 27,9 persen tenaga kerja overeducated, dan 68,4 persen mengalami field of study mismatch. Berbagai ketidaksesuaian ini menyebabkan konsekuensi berupa meja, keterampilan rendahnya kepuasan kerja, angka setinggi, sampai gaji/upah,” ungkap Shinta Kamdani.


Pintar sendiri berusaha untuk memberikan solusi terhadap masalah seperti yang diterangkan oleh Shinta Kamdani, yaitu menjadi penjembatan skill gap di dunia kerja lewat kolaborasi dengan berbagai institusi.



Leave A Reply

Your email address will not be published.